Proyek Gelap Pemkab Bangkalan


Penulis:  (Muhammad Ghazi/N-2) - 12 June 2019, 22:40 WIB
 ANTARA FOTO/Rudi Mulya
  ANTARA FOTO/Rudi Mulya
 Peternak memberi pakan kulit kedelai di peternakan kambing Etawa 

HADI Wiyono, 33, pemilik PT Lumajang Etawa, tiada menyangka usahanya bangkrut. Apalagi mitra bisnisnya ialah Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dalam pengadaan 1.365 ekor kambing etawa. Berawal dari program bantuan kambing etawa oleh Pemkab Bangkalan, Hadi ditunjuk sebagai supplier atau rekanan oleh Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad. Hadi diminta membantu mengadakan 1.365 ekor kambing etawa untuk disalurkan ke 273 desa di Bangkalan. Rinciannya, 273 ekor kambing jantan dan 1.092 ekor kambing betina.

Sebagai tanda jadi, Bupati Fuad yang saat itu didampingi Robi, orang dekatnya, menyerahkan uang muka sebesar Rp92 juta, sisanya akan dibayar setelah seluruh kambing diterima. Karenanya, ia diminta membuka rekening di Bank Mega Bangkalan, sebagai bank yang ditunjuk untuk program tersebut.

Hadi yang ditemui di rumahnya, akhir Mei lalu, menyatakan, pembahasan kesepakatan pada April 2017 di Kantor Bupati Bangkalan. Di sini, Robi meminta Hadi membuka rekening di Bank Mega Bangkalan untuk pembayaran uang pembelian kambing dari setiap desa. Saat itu, cerita Hadi, tidak dijelaskan mengapa harus membuka rekening di Bank Mega dan tidak menggunakan rekening PT Kambing Etawa.

Sejak Agustus hingga November 2017, Hadi mengirimkan kambing itu secara bertahap. Bahkan, ia juga sudah mengganti kambing yang mati atau tidak sesuai dengan standar yang disepakati. Sesuai kesepakatan, seharusnya pelunasan sisa pembayaran itu tuntas akhir Desember 2017. Namun, hingga kini pelunasan itu tidak terjadi. Hadi pun menanggung utang akibat tidak jelasnya proses pelunasan tersebut.

Program bantuan kambing etawa ini merupakan program inisiatif dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang dananya bersumber dari dana desa (DD) dan APBD 2017.

Program itu, rencananya akan dikelola setiap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan target menumbuhkan produk unggulan baru berupa produksi susu kambing. Total nilai program ini sebesar Rp9,2 miliar yang terdiri atas anggaran pembelian kambing yang bersumber dari APBDesa sebesar Rp6,48 miliar dan anggaran pembangunan kandang bersumber dari APBD Bangkalan sebesar Rp2,73 miliar.

“Cara pembayaran oleh BUMDes ke supplier ada yang melalui transfer ke rekening BCA dan rekening Bank Mega dan cash melalui camat dan disetor ke DPMD. Dari DPMD disetor ke Robi. Dari Robi tidak pernah diserahkan ke Hadi Wiyono sebagai supplier,” kata aktivis Rumah Advokasi Rakyat (RAR), Risang Bima Wijaya, di Bangkalan.

Keberadaan Robi, ajudan bupati, sampai kini masih gelap. (Muhammad Ghazi/N-2)

BERITA TERKAIT