12 June 2019, 20:15 WIB

Warga Banyuwangi Urus Dokumen tanpa Bertemu Petugas


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Banyuwangi miliki aplikasi pengurusan dokumen tanpa bertemu petugas

PEMERINTAH Kabupaten Banyuwangi terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memperkenalkan layanan publik secara mandiri (self services), masyarakat bisa langsung melakukan pengurusan dokumen melalui instrumen teknologi tanpa harus bertemu petugas.

”Secara bertahap, Banyuwangi berupaya menerjemahkan arahan Presiden. Dalam Musrenbang nasional beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya digitalisasi pelayanan publik. Ini yang kami terjemahkan dengan menghadirkan layanan mandiri di Mal Pelayanan Publik,” ujar Anas saat pengenalan layanan tersebut, Rabu (12/6).

Anas menjelaskan dua metode layanan mandiri. Metode pertama, melalui mesin di Mal Pelayanan Publik yang merupakan pusat pelayanan di Banyuwangi dan melayani 199 pengurusan dokumen/perizinan.

”Warga tinggal tempelkan KTP-e atau login pakai email di mesin itu. Data warga langsung terbaca, lalu ingin urus apa langsung klik sendiri dan langsung cetak dokumen. Ya mirip-mirip kalau kita self check-in di bandara atau stasiun, langsung tercetak boarding pass-nya,” paparnya.

”Bisa cetak dokumen digital, ada tanda tangan digital sesuai izin Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Artinya, dokumen yang dicetak dari layanan mandiri ini dijamin keasliannya, utuh dan nir-penyangkalan sesuai prinsip keamanan dokumen digital yang disyaratkan,” imbuh Anas.

Baca juga: Menteri PAN-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik

Anas mengatakan secara bertahap mesin layanan mandiri tersebut juga akan disiapkan di desa-desa, sehingga warga tak perlu ke Mal Pelayanan Publik.

”Ini sudah diinisiasi oleh Desa Genteng Kulon. Desa Ketapang juga advance layanannya. Desa-desa lain kita akselerasi untuk ikut dalam digitalisasi pelayanan publik ini,” tutur Anas.

Adapun metode kedua, sambung Anas, bisa dengan mengunduh aplikasi Smart Kampung yang tersedia di PlayStore. Di aplikasi tersebut, warga tinggal memilih fitur-fitur pelayanan publik yang diinginkan.

”Nanti dokumen yang mereka urus dikirimkan langsung ke email warga dan ke pemerintah desa/kelurahan. Warga bisa cetak sendiri,” ungkapnya.

Asisten Administrasi Pemerintahan Choiril Ustadi menambahkan layanan mandiri ini akan terus ditingkatkan secara bertahap.

”Tentu tidak semua bisa dengan dokumen digital, karena ada aturan-aturan pemerintah pusat. Seperti akta kelahiran itu kertasnya khusus dan harus tanda tangan basah, ada security printing tertentu yang belum bisa dilayani mesin layanan mandiri,” terang Ustadi.

Dalam layanan mandiri berbasis mesin dan aplikasi tersebut, terdapat beragam jenis dokumen digital yang bisa dilayani. Di antaranya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), izin apotek, izin mendirikan bangunan (IMB) nontinjau lokasi, izin jasa konstruksi, izin bidan, izin industri, pembayaran reklame dan beragam surat seperti tanda kelakuan baik, surat lahir/mati, surat domisili, dan surat keterangan miskin.

Ustadi menegaskan penggunaan layanan mandiri ini sangat mudah. Dia mencontohkan, pemohon yang ingin mengurus surat rekomendasi kelakuan baik dari kelurahan, cukup menempelkan KTP elektronik, lalu permohonan langsung terkoneksi ke kelurahan. Pemohon akan mendapat notifikasi ke handphone dan email, dokumen sedang diproses. Jika kelurahan menyatakan pemohon tidak ada catatan pelanggaran, dokumen langsung dicetak di mesin tersebut.

”Jika tidak ada kendala dan kelurahan menyetujui permohonan, prosesnya sekitar 10 menit. Jika pemohon ada keperluan lain, setelah scan KTP-e dan mengisi permohonan bisa melakukan aktivitas lain. Surat digitalnya dikirim ke email. Bisa dicetak sendiri di rumah atau persewaan komputer,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT