11 June 2019, 22:00 WIB

Keriuhan Jepara Rayakan Syawalan


(Akhmad Safuan/N-3) | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Festival Jajanan Tradisional Semaki Terkenalkan Telaga Sejuta Akar Jepara

SIANG itu, suasana di jalan-jalan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, lebih ramai dari biasanya. Suhu udara yang menyengat mencapai 34 derajat Celsius, tidak membuat semangat warga kendor.

Kemeriahan Lebaran masih terasa hangat karena adanya berbagai kegiatan Syawalan.  Seperti tradisi Lumban, yaitu melarung kepala kerbau di laut, mulai digelar.

Tradisi Lumban yang biasa dilangsungkan saat Syawalan, dihadiri ribuan warga dari Jepara dan sekitarnya. Mereka hanyut dalam prosesi pelayaran ratusan kapal nelayan yang dihiasi berbagai pernak-pernik.

Kapal-kapal itu berlayar dari Pelabuhan Kartini ke Pulau Panjang, di Desa Margokerto, Kecamatan Bondo, Jepara.

Keriuhan juga terlihat di objek wisata Telaga Sejuta Akar di desa itu. Warga desa bersama Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar festival jajanan tradisional yang  menyajikan berbagai jenis jajanan, seperti tiwul, getuk, centil, sawut, dan grontol.

“Sudah belasan stan yang siap mengikuti festival jajanan tradisional ini. Bahkan, jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah hingga saat pelaksanaan nanti,” kata Ketua Panitia Festival Jajanan Tradisional, Hadi Priyanto.
Gelaran acara jajanan tradisional tersebut dilangsungkan karena banyak warga yang tertarik dengan macam-macam makanan tradisional.

 Utamanya ialah yang diolah secara alami menggunakan bahan baku yang banyak dijumpai, seperti ubi, singkong, dan pisang. Acara itu juga dimaksudkan untuk memperkenalkan mengenalkan kepada generasi muda tentang berbagai jenis makanan tradisional yang kini sulit dijumpai di perkotaan. (Akhmad Safuan/N-3)

BERITA TERKAIT