11 June 2019, 18:10 WIB

Polisi Dalami Aliran Dana HM ke KZ


Antara | Politik dan Hukum

APARAT kepolisian tengah mendalami aliran dana HM kepada mantan Kaskostrad Mayjen TNI (Purn) KZ untuk pembelian senjata api dalam rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei.   

"Ya itu sedang kita dalami, yang jelas penyidik sudah menyita alat komunikasi, sudah menyita aliran dana dan lain-lain," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal, di Media Center Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Selasa (11/6).

Polisi menyebut HM memberi uang SGD15.000 atau sekitar Rp150 juta kepada KZ untuk pembelian senjata api.  

KZ lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan 4 tokoh nasional yaitu Menko Polhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, serta Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika.  


Baca juga: KZ dan HM Aktor Utama Skenario Rencana Pembunuhan


Selain itu, HM juga memberikan uang Rp60 juta kepada HK alias Iwan. Polri pun masih mendalami keterlibatan HM lebih dalam lagi. Dengan adanya peran HM dan KZ, maka akan lebih jelas siapa saja dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019.

"Itulah teknis taktik strategi penyidik, kita belum bisa sampaikan di sini, tunggu saja ini akan semakin terang," kata Iqbal.    

Aparat kepolisian menyebutkan dua aktor utama skenario rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei, yakni
mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis AD Mayjen TNI (Purn) KZ dan politikus HM.

"Dari keenam tersangka yang kami amankan ini dan kami lakukan pemeriksaan, kami tetapkan tersangka KZ dan HM," ujar Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi. (OL-1)

BERITA TERKAIT