DPRD DKI Dorong Pembangunan LRT Hingga Dukuh Atas


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 11 June 2019, 16:00 WIB
MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Kereta LRT membawa warga dari Stasiun Boulevard Utara menuju Velodrome, Jakarta.

KOMISI B DPRD DKI yang membidangi perekonomian, aset, dan transportasi mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta AGAR segera melanjutkan pembangunan Light Rail Transit (LRT) hingga Dukuh Atas.

Hal itu disampaikan anggota Komisi B Ida Mahmudah saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (11/6).

Ia menyebut, saat ini, rute LRT Kelapa Gading-Velodrome hanya sepanjang 5,6 km tidak akan menarik minat banyak orang terutama pengguna kendaraan pribadi.

Sehingga, menurutnya, LRT akan lebih bermanfaat serta menarik minat banyak penumpang jika rutenya lebih panjang.

Sebab, jika sesuai rencana awal, rute asli Koridor 1 LRT Kelapa Gading memang akan berujung di Kebayoran Lama dengan melewati kawasan Dukuh Atas.

Baca juga: Hari Pertama Uji Publik LRT Diikuti 5.000 Penumpang

Terlebih lagi, rute pada area Dukuh Atas telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya seperti Trans-Jakarta, kereta rel listrik (KRL) Commuterline, dan Moda Raya Terpadu (MRT).

"Ya lebih baik ke Dukuh Atas, sudah ada KRL, MRT, dan Trans-Jakarta," kata Ida.

Namun, Ida mengatakan usul itu tidak diterima Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia lebih memilih membangun LRT menuju Sunter ke Stadion BMW yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Menurutnya, kelanjutan pembangunan ke BMW tidak akan efektif karena Stadion BMW butuh waktu lebih lama pembangunannya dibandingkan LRT.

"LRT kan hanya dua tahun satu fase selesai. Sementara BMW bisa 3-4 tahun lagi. Jadi seharusnya LRT lanjut dulu ke Dukuh Atas, lalu lanjut lagi dari Kelapa Gading dibelokkan ke BMW. Itu keduanya akan selesai bersamaan dengan Stadion BMW," terangnya.

Ida pun meragukan pembangunan skybridge yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Halte Trans-Jakarta Pemuda akan bisa menarik minat penumpang. Sebab, jembatan tersebut dinilai terlalu panjang bagi masyarakat Jakarta yang rata-rata malas berjalan kaki.

"Kalau panjang-panjang saya rasa orang juga malas. Memang lebih bagus lanjut saja pembangunannya," terangnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT