11 June 2019, 10:30 WIB

Tidur dengan Lampu Menyala Sebabkan Berat Badan Perempuan Naik


Basuki Eka Purnama | Humaniora

THINK STOCK
 THINK STOCK
Ilustrasi

PEREMPUAN yang tidur dengan televisi atau lampu menyala terancam mengalami kenaikan berat badan. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian terbaru yang dirilis pada Senin (10/6).

Penelitian yang diterbtikan dalam Journal of American Medical Association Internal Medicine berdasarkan pada survei yang dilakukan terhadap 44 ribu perempuan Amerika Serikat yang kemudian dilanjutkan dengan survei lanjutan, lima tahun kemudian.

Para perempuan itu diklasifikasi berdasarkan paparan mereka terhadap cahaya buatan pada malam hati yang bisa berasal dari berbagai sumber mulai dari lampu malam yang redup hingga lampu yang berasal dari lampu jalan, televisi, atau lampu kamar.

Salah satu temuan kunci dari penelitian itu adalah perempuan yang tidur dengan televisi atau lampu kamar yang menyala memiliki peluang 17% untuk mengalami kenaikan berat badan hingga 5 kilogram atau lebih selama periode penelitian itu.

Korelasi antara cahaya dengan berat badan tetap tinggi setelah faktor lain seperti durasi tidur, pola makan, dan aktivitas fisik dikendalikan.

Baca juga: 120 Ribu Partikel Mikroplastik Masuk ke Tubuh

Meski penulis mengingatkan bahwa mereka tidak bisa menarik kesimpulan pasti mengenai sebab-akibat, mereka mengatakan penemuan itu menambah bukti yang mendukung pentingnya tidur dalam kondisi gelap.

"Strategi kesehatan untuk mengurangi angka obesitas bisa mempertimbangkan intervensi untuk mengurangi cahaya saat tidur," ungkap Dale Sandler dan Park Yong-moon dari National Institute of Environmental Health Science di North Carolina.

Mereka menduga cahaya menekan produksi melatonin yang kemudian mengganggu irama tidur dan pola makan.

Kemungkinan lainnya adalah cahaya mengganggu dilepaskannya hormon stres seperti glucocorticoids yang memegang peran dalam mengatur asupan makanan. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT