Setelah Uji Publik Harusnya LRT Beroperasi


Penulis: Putri Anisa Yuliani/J-1 - 11 June 2019, 06:05 WIB
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
 ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Uji coba LRT Jakarta.

NASIB moda transportasi light rail transit Jakarta (LRTJ) masih mengambang. Uji publik dilakukan hari ini, tapi belum ada kepastian apakah selanjutnya akan beroperasi secara rutin.

LRTJ dibangun pada 2016 dan sempat dioperasikan secara terbatas pada  penyelenggaraan Asian Games 2018. Pesta olahraga Asian Games pada 18 Agustus-2 September 2018 itu berlangsung sukses dengan mendudukkan Indonesia di posisi keempat. Sayangnya nasib LRTJ malah melorot.

Perbedaan sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan DPRD DKI menjadi pemicu LRTJ tidak kunjung beroperasi. Pada Maret 2019 telah ditetapkan tarif Rp5.000 per penumpang.  Namun, DPRD DKI menentang dengan alasan rutenya sangat pendek (5,6 km).

“Lebih baik jadi kereta wisata saja,” papar anggota Komisi B DPRD DKI, Subandi, kala itu.

Demi memastikan nasib pengoperasian LRTJ ke depan, PT LRT Jakarta kembali menyelenggarakan uji publik pada hari ini hingga 29 Juni.

“LRTJ memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati fasilitas moda transportasi baru jelang beroperasi secara komersial,” kata Humas PT LRT Jakarta, Santy Pradayini, kemarin.

Santy tidak menjelaskan lebih detail mengenai uji publik itu, tapi mempersilakan masyarakat yang hendak mengikuti untuk mendaftarkan diri melalui situs www.lrtjakarta.co.id.

Secercah harapan pengoperasian LRTJ akan berlanjut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mantan Mendikbud itu mengungkapkan PT LRT Jakarta harus membenahi tata kelola termasuk administrasi untuk bisa mengoperasikan LRTJ secara komersial.

“Mereka akan membereskan beberapa hal terkait dengan good governance. Itu dibereskan dulu,” ujar Anies.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menyebutkan perlu izin teknis guna pengoperasian LRTJ secara komersial.
Izin teknis itu sebelumnya telah diterbitkan ketika LRTJ beroperasi saat Asian Games 2018. Namun, izin teknis itu hanya berlaku sementara.

“Waktu itu izinnya bukan untuk melayani penumpang secara luas. Pengoperasiannya hanya melayani atlet Asian Games maupun ofisial yang berkepentingan serta masyarakat yang hendak menonton pertandingan. Jadi izinnya pun sementara dan sudah kedaluwarsa. Jadi harus diajukan kembali,” bebernya.

Sigit berjanji pihak LRT Jakarta akan mematuhi semua aturan yang memang harus dipenuhi. “Karena yang penting begini, kami taat aturan. Kami penuhi dulu semua persyaratan, baru kemudian bicara operasi komersial. Saya tidak tahu apakah bisa beroperasi setelah Lebaran ini,” terangnya soal harapan masyarakat yang menginginkan moda transportasi LRT segera beroperasi. (Putri Anisa Yuliani/J-1)

BERITA TERKAIT