10 June 2019, 18:50 WIB

Uji Coba untuk Beri Kesempatan Warga Naik LRT Jakarta Gratis


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
 ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pembangunan infrastruktur Light Rail Transit (LRT) di ruas Jalan Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (6/5).

NASIB Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) masih terkatung-katung. Dibangun sejak tahun 2016 dan telah selesai pada Agustus 2018 lalu, LRT telah dioperasikan terbatas khusus untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Namun, kesuksesan Asian Games 2018 tidak beriringan dengan nasib LRT. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak kunjung mengoperasikan LRT secara komersial.

Tarif pun telah ditetapkan sebesar Rp5 ribu perpenumpang pada Maret lalu tapi tidak jua membuat nasib LRT terang-benderang. Pada rapat penetapan tarif, anggota DPRD DKI pun enggan menyetujui LRT beroperasi komersial karena rutenya yang hanya 5,6 km.

"Rutenya sangat pendek. Lebih baik jadi kereta wisata saja," ungkap anggota Komisi B Subandi kala itu.

Demi memastikan nasib pengoperasian LRT, PT LRT Jakarta pun kembali menyelenggarakan uji publik bagi masyarakat. Uji publik akan dimulai besok hingga 29 Juni mendatang.

"Kali ini LRT Jakarta ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati fasilitas moda transportasi baru di Jakarta sekaligus jelang operasi komersil LRTJ," kata Humas PT LRT Jakarta Santy Pradayini saat dihubungi Media Indonesia, Senin (10/6).

Baca juga: 11 Juni, Warga Bisa Uji Coba LRT Jakarta

Namun, Santy tidak menjelaskan lebih detail mengenai uji publik yang digelar mulai besok. Masyarakat yang hendak mengikuti uji publik hanya diinformasikan untuk mendaftarkan diri di situs www.lrtjakarta.co.id

Secercah harapan pengoperasian LRT Jakarta diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan LRT Jakarta saat ini harus membenahi tata kelola termasuk administrasi untuk bisa mengoperasikan LRT secara komersial.

"Mereka akan membereskan beberapa hal terkait dengan 'good governance' itu dibereskan dulu," ujar Anies saat ditemui di Balai Kota.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengungkapkan ada izin teknis yang diperlukan guna mengoperasikan LRT secara komersial. Izin teknis itu sebelumnya telah didapat saat LRT beroperasi pada Asian Games 2018 lalu.

Namun, izin itu berlaku sementara karena saat itu LRT belum resmi beroperasi komersial.

"Kan pada waktu itu izinnya bukan untuk melayani penumpang secara luas, hanya melayani atlet Asian Games maupun official yang berkepentingan serta masyarakat yang hendak menonton pertandingan. Jadi izinnya pun sementara dan sudah kadaluwarsa. Jadi harus diajukan kembali," kata Sigit.

Sigit pun menjamin pihak LRT Jakarta akan selalu mematuhi aturan sebelum melakukan operasi komersial. Ia pun enggan mematok target buru-buru dalam operasional LRT.

"Saya tidak tahu apakah bisa segera setelah lebaran. Karena yang penting begini, kami taat aturan. Kami penuhi dulu semua persyaratan baru kemudian bicara operasi komersial," terangnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT