10 June 2019, 16:45 WIB

Rupiah Terus Menguat, BI Yakin Perekonomian Indonesia Makin Baik


Atalya Puspa | Ekonomi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Seorang Teller menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri

PADA Senin (10/6) sore, Rupiah ditutup menguat. Dilansir dari Bloomberg, Rupiah berada di level 14.250 per dolar Amerika Serikat (AS) pada jam penutupan.

Kondisi tersebut menimbulkan rasa optimisme dari Bank Indonesia akan kondisi perekonomian Indonesia ke depannya.

"Seperti kita lihat hari ini Rupiah stabil dan cenderung menguat. Di samping itu inflow akan semakin besar dan berdampak positif pada nilai tukar Rupiah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta.

Selain itu, pihaknya juga optimistis tingkat inflasi akan semakin baik pada akhir tahun ini. Perry memproyeksikan, angka inflasi berada di kisaran 3,1% hingga 3,2%.

Baca juga: Pascalibur Lebaran, Rupiah Dibuka Menguat

Di samping itu, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada dalam kisaran 5% hingga 5,4%. Hal itu didukung oleh pertumbuhan konsumsi serta peningkatan investasi swasta.

Untuk meningkatkan serta menjaga stabilitas perekonomian Indonesia, Perry menyatakan BI, pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan dan dunia usaha akan terus memperkuat koordinasi.

"Kami akan review dari waktu ke waktu dengan melihat kondisi global. Bagaimana kita akan melihat dari sisi responsilbility, kecukupan likuiditas, relaksasi makroprudensial, pendalaman pasar, serta sistem pembayaran untuk meningkatkan perekonomian Indonesia," pungkas Perry. (OL-7)

BERITA TERKAIT