10 June 2019, 02:10 WIB

Investasi Meningkat di Semester Dua


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
 Menteri Keuangan Sri Mulyani 

ARUS investasi  bakal meningkat pada semester dua mendatang seiring dengan perbaikan peringkat dan daya saing Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani­ Indrawati mengatakan bahwa reformasi di berbagai bidang yang menjadi concern investor diyakini dapat menarik investasi ke dalam negeri.

“Concern infrastruktur sudah mulai terjawab. Concern mengenai produktivitas, kita harapkan dari sumber daya manusia yang makin banyak alokasi untuk traIning. Concern mengenai labor regulation itu juga menjadi salah satu yang di-address, juga concern mengenai iklim investasi secara keseluruhan,” kata Sri Mulyani di kediamannya di  Jakarta, pekan lalu.

Dia membeberkan, stabilitas makro masih menjadi andalan Indonesia dalam mengelola ekonomi. Pemerintah pun terus berusaha memperkuat faktor-faktor yang dapat memengaruhi investasi.

“Jika dibandingkan dengan negara emerging yang lain kita masih tetap bisa growth-nya tinggi, inflasi rendah, meskipun kurs rupiah mengalami volatilitas karena adanya capital flow sebagai dampak ekonomi global,” terangnya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelumnya melaporkan realisasi investasi kuartal pertama 2019 periode Januari-Maret mencapai Rp195,1 triliun atau naik 5,3% jiak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 Kepala BKPM Thomas Lembong menyampaikan nilai realisasi investasi sepanjang kuartal pertama tersebut telah memenuhi 25,6% dari target investasi sepanjang tahun ini, yaitu Rp792 triliun. Capaian ini, lanjutnya, sangat penting untuk menjaga agar target pertumbuhan ekonomi 5,3% dapat tercapai.

 Realisasi penanaman mo­dal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp87,2 triliun. Realisasi­ tersebut naik 14,1% dari sebelumnya Rp76,4 triliun­ pada kuartal I-2018. Sementara itu, reali­sasi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp107,9 triliun. Realisasi PMA kuartal I-2019 turun 0,9% dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp108,9 triliun.

Manufaktur menggeliat
Indonesia butuh investasi masuk guna menggerakkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja. Harapannya investasi yang masuk itu akan mendorong tumbuhnya industri baru atau menopang industri yang akan melakukan ekspansi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut industri manufaktur Indonesia kian menggeliat, yang ditandai optimisme para pelaku industri manufaktur untuk investasi dan ekspansi.

“Kami melihat pelaku industri manufaktur masih tetap optimistis untuk melakukan ekspansi atau menambah investasi. Hal ini didukung dengan kondisi politik, ekonomi, dan keamanan di Indonesia yang stabil dan kondusif, terutama pascapemilu kemarin,” kata Airlangga lewat keterangannya tertulisnya.

Menperin optimistis kinerja industri manufaktur semakin menggeliat seiring dengan adanya infrastruktur transportasi­ yang semakin meningkat pesat dengan konektivitas wilayah timur dan barat Jawa, serta beberapa wilayah yang menjadi feeder dan hub di Indonesia.

Pengalaman industrialisasi­ yang lebih dari 30 tahun membuat Indonesia memiliki pool of talent sektor unggulan.(E-1)

BERITA TERKAIT