08 June 2019, 16:54 WIB

Ilmuan Ciptakan AI Penerjemah Tangisan Bayi


Rizky Noor Alam | Weekend

MI/Retno Hemawati
 MI/Retno Hemawati
Bayi

PARA ilmuan gabungan dari The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan Chinese Association of Automation sedang melakukan penelitian untuk menciptakan sistem komputer yang didukung dengan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) untuk mengetahui arti dari tangisan bayi.

Sistem tersebut dibuat agar dapat mendeteksi apakah tangisan bayi disebabkan oleh kelaparan, kelelahan, atau sakit. Para ilmuan menggunakan algoritma yang didasarkan pada pengenalan suara otomatis untuk mendeteksi dan mengenali fitur tangisan bayi.

Sinyal suara tersebut diidentifikasi menggunakan "penginderaan terkompresi", yaitu suatu proses yang merekonstruksi suara berdasarkan data yang biasanya berguna untuk lingkungan yang bising. Para peneliti merancang algoritma pengenalan bahasa menangis yang dapat membedakan arti dari sinyal menangis normal dan abnormal dalam lingkungan yang bising.

Seperti yang Media Indonesia kutip dari Daily Mail, Jumat (7/6) algoritma tersebut mengambil sinyal dari individu dan kemudian menyimpan informasi mengenai apa yang dimaksud dengan tangisan. Algoritma tersebut dalam skenario yang lebih luas dapat digunakan untuk mengenali dan mengklasifikasikan berbagai fitur tangisan dan lebih memahami mengapa bayi menangis dan betapa mendesaknya harus menangis. "Seperti bahasa khusus, ada banyak informasi yang berhubungan dengan kesehatan dalam berbagai suara tangisan," kata Profesor Teknik Elektro dan Direktur Laboratorium Pemrosesan Sinyal Digital, Lichuan Liu yang tergabung dalam penelitian itu.

Lebih lanjut Liu menjelaskan bahwa perbedaan antara sinyal suara sebenarnya membawa informasi. Perbedaan-perbedaan tersebut diwakili oleh fitur berbeda dari sinyal menangis. "Untuk mengenali dan meningkatkan informasi, kita harus mengekstrak fitur-fiturnya dan kemudian mendapatkan informasi di dalamnya," imbuh Liu.

Tim berharap bahwa temuan tersebut dapat berlaku untuk keadaan perawatan medis lainnya dimana pengambilan keputusan sangat bergantung pada pengalaman. “Tujuan utamanya adalah bayi yang lebih sehat dan lebih sedikit tekanan pada orang tua dan pemberi perawatan. Kami sedang mencari kolaborasi dengan rumah sakit dan pusat penelitian medis, untuk mendapatkan lebih banyak data dan input skenario persyaratan, dan mudah-mudahan kami dapat memiliki beberapa produk untuk praktik klinis," pungkas Liu. (M-4)

BERITA TERKAIT