06 June 2019, 17:04 WIB

Warga Lombok Lanjutkan Tradisi Puasa Syawal


Antara | Ramadan

SEBAGIAN masyarakat Pulau Lombok termasuk Kota Mataram melanjutkan tradisi puasa sunah Syawal hingga enam hari ke depan, setelah
sebelumnya berpuasa selama sebulan di bulan Ramadhan.    

Saleha (50) salah seorang warga Mataram, di Mataram Kamis mengatakan, berpuasa enam hari setelah puasa wajib di bulan Ramadhan merupakan tradisi bagi sejumlah warga terutama mereka yang usia lanjut. "Ini sudah menjadi kebiasaan saya kalau tidak puasa rasanya kurang afdol, sehingga apapun alasannya puasa sunah di bulan Syawal tetap diupayakan," katanya.    

Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah yang menyebutkan "barang siapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun".

Oleh karena itu, sejumlah petugas masjid di Kota Mataram masih tetap membangunkan warga untuk makan sahur melalui pengeras suara sebagaimana pada bulan Ramadan dan ini ditujukan kepada orang-orang yang akan melaksanakan puasa sunah.   

Puasa sunah akan berakhir pada Selasa (11/5) dan dirayakan dengan Lebaran Topat atau Ketupat, sehingga sejumlah orang mengatakan,
orang yang berhak merayakan Lebaran Topat adalah orang yang puasa sunah sementara yang tidak puasa tidak berhak. "Lebaran Topat dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri dan pada hari itu masyarakat tua dan muda ke luar rumah untuk pergi bersantai ke berbagai objek wisata yang ada di daerah ini," katanya.    

Pada hari Lebaran Topat, ribuan warga Lombok yang datang dari berbagai penjuru berbondong-bondong ke sejumlah makam yang dikeramatkan di Pulau Lombok untuk melakukan ritual ziarah sebelum bersantai. (M-4)

BERITA TERKAIT