06 June 2019, 00:35 WIB

Memaafkan: Melepaskan Dendam dan Kepahitan


Sunnaholomi Halakrispen | Humaniora

Pexels.com
 Pexels.com
Memberi maaf membawa kedamaian

KETIKA seseorang yang Anda sayangi menyakiti Anda, Anda dapat mempertahankan kemarahan, kebencian, dan pikiran balas dendam. Anda juga bisa merangkul rasa maaf dan bergerak maju menjadi pribadi yang lebih positif.
 
Siapa yang tidak terluka oleh tindakan atau kata-kata orang lain yang tidak dikehendaki? Mungkin tentang orang tua yang terus-menerus mengkritik Anda saat tumbuh dewasa, seorang teman yang menjatuhkan Anda di hadapan bos, pasangan Anda yang berselingkuh.

Mungkin juga Anda pernah dilecehkan secara fisik dan atau emosional oleh seseorang yang dekat dengan Anda. Luka-luka seperti itu bisa membuat Anda merasa marah dan sakit yang begitu pahit bahkan abadi hingga ada niat untuk pembalasan.
 
Tetapi jika Anda tidak memaafkan, Anda mungkin orang yang rugi, membayar paling besar. Sebab, dengan mengampuni atau memaafkan Anda juga bisa merangkul kedamaian, harapan, syukur, dan sukacita.
 
Pertimbangkan bagaimana memaafkan dapat menuntun Anda ke jalan kesejahteraan fisik, emosional, dan spiritual. Memaafkan sendiri merupakan hal yang berbeda bagi orang yang berbeda. Namun, pada umumnya, ini melibatkan keputusan untuk melepaskan rasa kepahitan dan pikiran balas dendam.
 
Tindakan yang menyakiti atau menyinggung Anda mungkin selalu bersama Anda, tetapi memaafkan dapat mengurangi cengkeramannya pada Anda dan membantu membebaskan Anda dari kendali orang yang menyakiti Anda.
 
Memaafkan bahkan dapat menyebabkan perasaan pengertian, empati, dan belas kasihan bagi orang yang menyakiti Anda.
 
Pengampunan tidak hanya berarti melupakan atau memaafkan kerusakan yang terjadi pada Anda atau berbaikan dengan orang yang menyebabkan kerusakan. Memberikan maaf membawa semacam kedamaian yang membantu Anda menjalani kehidupan.

Ada manfaat dari memaafkan seseorang
1. Salah satunya, dapat memberi jalan bagi peningkatan kesehatan dan ketenangan pikiran.
2. Kemudian, hubungan menjadi lebih sehat.
3. Meningkatkan kesehatan mental.
4. Mengurangi rasa cemas, stres, dan permusuhan.
 
Cara ini juga bisa mengatasi masalah darah rendah, akan lebih sedikit gejala depresi, sistem kekebalan yang lebih kuat, meningkatkan kesehatan jantung. Harga diri pun bisa meningkat.

Mengapa menyimpan dendam bisa mudah?
Disakiti oleh seseorang, terutama seseorang yang Anda cintai dan percayai, dapat menyebabkan kemarahan, kesedihan, dan kebingungan. Jika Anda memikirkan peristiwa atau situasi yang menyakitkan, dendam yang dipenuhi dengan kebencian, balas dendam, dan permusuhan dapat berakar.
 
Jika Anda membiarkan perasaan negatif mengesampingkan perasaan positif, Anda mungkin mendapati diri Anda tertelan oleh kepahitan atau rasa ketidakadilan Anda sendiri.
 
Beberapa orang secara alami lebih pemaaf dari pada yang lain. Bahkan, jika Anda merupakan pribadi yang menyimpan dendam, hampir semua orang dapat belajar untuk menjadi lebih pemaaf.
 
Sementara itu, jika Anda tidak kenal ampun, Anda mungkin mengalami sejumlah efek dari menyimpan dendam. Di antaranya, membawa kemarahan dan kepahitan ke dalam setiap hubungan dan pengalaman baru, juga menjadi depresi atau cemas.
 
Anda pun berisiko menjadi begitu terbungkus dalam kesalahan sehingga Anda tidak dapat menikmati waktu hidup Anda. Merasakan bahwa hidup Anda kurang memiliki makna atau tujuan, atau bahwa Anda bertentangan dengan kepercayaan spiritual Anda.
 
Untuk mengatasinya, ingatlah bahwa pengampunan mengharuskan komitmen untuk proses perubahan yang dipersonalisasi. Untuk beralih dari penderitaan ke pengampunan, Anda dapat mengidentifikasi apa yang perlu disembuhkan, siapa yang perlu diampuni, dan untuk apa.
 
Berusahalah untuk melepaskannya, pilih untuk memaafkan orang yang menyakiti Anda, tak hanya di satu hari momen Lebaran, akan sangat baik jika bisa dilakukan seterusnya tanpa beban.  (Medcom/OL-9)

BERITA TERKAIT