Perbaikan Peringkat Tingkatkan Ekspor


Penulis:  mediaindonesia - 04 June 2019, 08:00 WIB
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ky
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ky
ari kuncoro

PERBAIKAN peringkat utang jangka panjang Indonesia dan beberapa perusahaan ke level BBB berdampak positif bagi upaya mendatangkan modal asing ke Indonesia.

Ekonom dari Universitas Indonesia Ari Kuncoro menyatakan pemilik modal dari luar negeri makin yakin dengan kemampuan bayar yang dimiliki Indonesia dan juga perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Modal asing ini diyakini dapat membantu perusahaan di Indonesia untuk berekspansi meningkatkan kapasitas produksinya. Penambahan produksi itu dapat menjadi modal untuk menggenjot nilai ekspor. Harga barang ekspor dapat menjadi lebih murah karena sebagian besar biaya produksi telah ditanggung dari penjualan dalam negeri.

"Dengan begitu, Indonesia bisa mengekspor dengan melakukan diskon produknya karena sebagian besar biaya produksi sudah bisa ditanggung dalam negeri. Bukan berarti dumping, melainkan berarti sudah kompetitif karena di dalam negeri laku," kata Ari Kuncoro saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Dampak positif lainnya ialah membaiknya nilai tukar rupiah yang akan berdampak baik bagi pengurangan defisit yang juga ditopang pada perbaikan nilai ekspor.

Dalam kesempatan berbeda, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan perbaikan peringkat daya saing Indonesia bisa menjadi antisipasi terhadap tekanan global yang masih diliputi ketidakpastian.

Darmin mengatakan kondisi global saat ini makin tidak dapat diprediksi seiring dengan masih tingginya tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok serta ketidakpastian dari Brexit. Namun, membaiknya peringkat daya saing Indonesia bisa memberikan optimisme bahwa kondisi ekonomi nasional mempunyai ketahanan yang telah diakui dunia internasional.

"Sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan terutama dunia usaha menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja investasi dan daya saing lebih baik lagi,"katanya.

Untuk mempertahankan kinerja ini, pemerintah akan terus mengelola kebijakan dengan baik dan optimal agar kondisi internal tidak rentan dari tekanan global. (Ata/Ant/E-1)

BERITA TERKAIT