4 Langkah Dorong Investasi Asing Masuk ke Indonesia


Penulis: Atalya Puspa - 03 June 2019, 13:15 WIB
MI/GINO F HADI
 MI/GINO F HADI
Bhima Yudhistira

MEMBAIKNYA peringkat utang jangka panjang Indonesia ke level BBB membuat Indonesia memperoleh status laik investasi. Untuk mendorong derasnya investasi yang masuk ke Indonesia, Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira, menilai terdapat empat langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah.

"Pertama, mendorong keberlanjutan fiskal yang sehat. Defisit APBN perlu dijaga dibawah 2% terhadap PDB. Sementara, rasio pajak ditargetkan meningkat diatas 14% dibandingkan level saat ini 11,5% di APBN 2018," kata Bhima kepada Media Indonesia, Senin (3/6).

Baca juga: Peningkatan Daya Saing Ri Paling Signifikan setelah Arab Saudi

Dirinya juga menilai, pemerintah perlu memperluas basis pajak baru serta peningkatan kepatuhan pajak.

Kedua, pemerintah perlu peningkatkan daya saing sehingga penerimaan yang berasal dari ekspor terus meningkat.

"Tingkat kemampuan bayar utang atau DSR perlu dijaga dibawah level 25%. Hingga, kuartal 1 2019 DSR berada pada posisi 27,9%," ungkapnya.

Selanjutnya, pemerintah dinilainya harus berhati-hati dalam melakukan pembangunan infrastruktur, khususnya yang didanai melalui utang.

Terakhir, yakni menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. "Pemerintah perlu menjaga kondisi makro ekonomi tetap stabil khususnya kurs rupiah, inflasi dan pertmbuhan ekonomi," pungkasnya.

Baca juga: Mandiri Syariah Ikut Terlibat Distribusi Pangan Murah

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu lembaga pemeringkat utang Standard and Poor's (S&P) menaikkan kembali peringkat utang (rating) Indonesia satu tingkat menjadi BBB dengan outlook stable pada 31 Mei 2019.

Dalam laporannya, S&P menyatakan ekonomi Indonesia secara konsisten lebih baik dari negara-negara peers pada tingkat pendapatan yang sama. Kenaikan rating S&P merefleksikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat. (OL-6)

BERITA TERKAIT