28 May 2019, 11:40 WIB

Penikaman Massal di Jepang Tewaskan Dua Orang


Denny Parsaulian Sinaga | Internasional

PERISTIWA penikaman massal di kota Kawasaki, Selasa (28/5), menewaskan seorang siswi dan juga pelaku yang melakukan bunuh diri. Pejabat darurat setempat pun menyebutkan penikaman itu juga melukai 17 orang.

Amukan ini menjadi serangan yang jarang terjadi di negara dengan tingkat kejahatan dan kekerasan terendah di dunia. Hingga kini, belum ada rincian langsung mengenai motif si penikam massal.

Peristiwa itu terjadi saat Donald Trump mengakhiri kunjungan kenegaraan ke Jepang. Presiden AS itu sempat berdoa dan menyatakan simpati kepada korban penikaman.

Dari atas kapal militer Jepang, ia mengatakan semua orang Amerika berdiri dengan rakyat Jepang dan berduka bagi para korban dan untuk keluarga mereka.

Serangan terjadi pada pagi yang sibuk. Saat itu para pekerja sedang menuju kantor dan anak-anak mereka pergi sekolah.

Media setempat mengatakan serangan itu menewaskan seorang siswi dan tersangka penyerang yang tewas setelah menikam dirinya sendiri.

"Satu laki-laki dan satu anak perempuan tidak menunjukkan tanda-tanda vital," kata pejabat pemadam kebakaran Yuji Sekizawa kepada AFP menggunakan frasa yang umum digunakan di Jepang, artinya korban telah meninggal tetapi belum disertifikasi oleh tenaga medis resmi.

Baca juga: Aksi Penusukan di Jepang, Dua Orang Dikhawatirkan Tewas

Adegan serangan itu diselidiki oleh personel darurat, termasuk polisi yang telah memarkir tiga van di sekitar situs. Sebuah bus sekolah putih dengan garis-garis biru dengan tulisan 'Caritas Gakuen (sekolah)' di parkir di sampingnya.

Pekerja darurat juga telah mendirikan tenda medis oranye untuk merawat yang terluka dan ambulans serta pemadam kebakaran di parkir di dekatnya.

Seorang pejabat di rumah sakit setempat telah menerima lima orang yang terluka dalam serangan itu, empat diantaranya menderita luka serius. Di antara mereka adalah seorang wanita, seorang pria dan tiga anak yang semuanya berusia enam tahun.

Polisi sebelumnya mengatakan telah menahan seorang tersangka. Sementara saksi mata mengatakan pria itu juga melakukan penikaman pada dirinya sendiri.

"Saya melihat seorang pria memegang pisau. Saya tidak bisa melihat dengan jelas, tetapi dia tampaknya menikam lehernya," seorang saksi mata mengatakan kepada NHK.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT