27 May 2019, 01:40 WIB

Wirda Salamah Ulya Medsos untuk Kebaikan dan Dakwah


Sri Utami | Humaniora

DOK INSTAGRAM @WIRDA_MANSUR
 DOK INSTAGRAM @WIRDA_MANSUR
Wirda Salamah Ulya

WIRDA Salamah Ulya, 18, yang sudah mencetak berbagai prestasi dan tenar di kalangan generasi milenial berbagi rahasianya bisa menjadi sosok yang menginspirasi di media sosial.

Putri sulung Ustaz Yusuf Mansur mengungkapkan selama ini dia hanya berpegang dan belajar dari Alquran dan menjadikan media sosial wadah untuk berbuat kebaikan dan berdakwah.

“Mungkin banyak anak muda yang menilai ini absurd, tapi memang banyak yang tidak mengerti bagaimana Alquran benar-benar mangangkat kita,” ujarnya.

Wirda yang ditemui seusai berbagi pengalaman sekaligus memotivasi peserta pelatihan jurnalistik di Masjid Nursiah Daud Paloh, Kamis (23/5), menjabarkan bagaimana Allah SWT menyayangi umatnya. Salah satu yang dijamin dan diangkat derajatnya oleh Allah, yakni umat yang mau menghafal Alquran.

“Bayangkan kita membaca Alquran, ada berapa banyak huruf yang ada di dalamnya. Ini semua adalah kebaikan yang bisa ditukarkan,” imbuhnya.

Perempuan yang bersekolah di University of Oxford itu juga menuturkan, setiap kebaikan dengan menghafal dan membaca Alquran dia tidak lupa untuk berdoa kepada Allah semua yang diinginkannya.

“Setiap perbuatan pasti ada balasannya, begitu juga dengan kita membaca Alquran. Setiap kita selesai membaca Alquran, maka berdoalah karena Allah memerintahkan untuk meminta kepada- Nya,” tegasnya.

Meskipun begitu, dia berharap membaca Alquran tidak dimaknai sebatas untuk meminta sesuatu kepada Allah, tapi didasari dengan kebaikan dan hati yang tulus.


Belajar yang benar

Media sosial menurut pendapatnya juga bisa menjadi sarana penghubung setiap orang tanpa mengenal sekat. Hal itu pula yang ternyata memberikan dampak besar bagi kaum muda muslim yang laten berhijrah, tetapi tidak dibekali dengan ilmu yang cukup.

“Banyak hadis-hadis yang diunggah di media sosial ternyata hadis palsu, tapi kita dengan mudah membagikan tanpa tahu kebenaran dari hadis itu,” ucap dia.

Wirda yang juga aktif membagikan pengalaman dan dakwah di media sosial dan Youtube itu juga menuturkan kesedihannya terhadap berbagai unggahan hadis palsu yang tidak jarang bertujuan mengambil keuntungan materi.

“Misalnya kebersihan bagian dari iman, itu bukan hadis. Jadi, itu hanya semacam frasa, sama seperti kejarlah ilmu sampai ke negeri Tiongkok, itu juga bukan hadis,” cetusnya.

Melihat kondisi tersebut, Wirda yang pernah menjadi Duta Alquran di Amerika Serikat itu pun meminta setiap orang bijak dan jangan pernah mengandalkan media sosial untuk mengetahui suatu ilmu.

“Yang jadi tugas kita jangan  tunggu ada yang benar, tapi belajar yang benar. Jadi, kita harus hatihati, jangan belajar atau ambil sesuatu ilmu dari Google tanpa mempelajarinya kembali dengan yang ahlinya, seperti ustaz,” rincinya.

Dia menambahkan, laten hijrah di kalangan anak muda juga diharapkannya tidak berlebihan sehingga memutus tali silaturahim dengan sesama.

“Kadang orang yang hij rah, tapi keterlaluan sampai meninggalkan kawan-kawannya. Masa kita benar sendiri yang lain ditinggalkan. Jadi, kita harus mengayomi,” cetusnya.

Wirda mengajak generasi milenial untuk bijak dan bertanggung jawab menggunakan media sosial sehingga tidak menimbulkan fitnah dan menyesatkan banyak orang.

“Sekarang harus pintar mencerna informasi karena setiap perkataan dan tulisan yang kita buat itu akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun pada Allah,” tandasnya.

Meski sukses dan memiliki segudang prestasi, ditambah putri dari seorang tokoh dakwah terkenal, Yusuf Mansur, Wirda mengaku tidak pernah mengandalkan nama besar sang ayah. Meski cukup memengaruhi, Wirda memilih menentukan sendiri pilihan masa depannya.

“Cukup memengaruhi memang, tapi tidak ada campur tangan papa untuk saya jadi apa. Tapi hanya berpesan apa pun yang diambil ada nilai dakwahnya,” tukasnya. (M-4)

BERITA TERKAIT