26 May 2019, 20:42 WIB

Jokowi: Ketua HIPMI Bahlil Cocok Jadi Menteri


Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia (kedua kanan) di Jakarta,  Minggu (26/5).

PRESIDEN Joko Widodo menyebut ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia sebagai sosok yang cocok dan memenuhi kriterianya sebagai menteri di kabinet mendatang. Hal tersebut disampaikan dirinya dalam jamuan buka puasa bersama HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta, Minggu (26/5).

"Tadi saya melihat-lihat adinda Bahlil ini kelihatannya cocok jadi menteri," tutur Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan peserta buka puasa.

"Saya lihat dari samping, saya lihat dari bawah ke atas, cocok ini kelihatannya. Pinter membawa suasana, dan juga ya sangat cerdas. Jadi kalau nanti beliau ini terpilih ya enggak usah kaget. Kan pas kan? Pas. Siapa yang setuju?" peserta HIPMI pun semakin bersorak memberikan dukungan atas pernyataan Jokowi tersebut.

Baca juga: Ma'ruf Amin Senang jika PAN Pindah Perahu

Saat ditanyakan apakah pemilihan Bahlil tersebut sebagai kompensasi dari dukungan Bahlil yang membentuk organisasi Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas), Jokowi menampik hal tersebut. Menurutnya pemilihan Bahlil lebih kepada kemampuannya dalam mengeksekusi program.

Usai kegiatan saat ditanyakan oleh pewarta Jokowi kembali menegaskan bahwa Bahlil memiliki kriteria yang dirinya inginkan yakni kemampuan managerial dan kemampuan eksekusi program. Namun saat ditanyakan posisi menteri yang akan ditempati nantinya Jokowi tidak menyebut spesifik, namun menilai banyak posisi menteri yang bisa di isi oleh Bahlil.

Baca juga: Jokowi mulai Bicara Kriteria Calon Menteri

Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut Bahlil mengaku belum mau berandai andai. Dirinya menjelaskan tidak mau merasa terlalu percaya diri atas pernyataan Presiden Jokowi tersebut.

"Itu kan bapak yang punya kewenangan prerogatif, saya gak boleh menanggapi. Saya dari kampung dari dulu berproses secara alami saja. Saya gak bisa menilai diri saya kan, biarkan yang punya kewenangan menilai," tutur Bahlil.

Dirinya mengaku menyerahkan semuanya kepada Jokowi apakah memang akan memilih dirinya atau tidak. Hal yang pasti dirinya mengaku tidak ingin berandai andai lebih jauh terkait pernyataan tersebut, termasuk posisi apa yang dirinya inginkan jika menjadi menteri.

"Persoalan siapa yang akan dipilih itu hanya pak Jokowi dan Tuhan yang tahu," pungkas Bahlil. (Dro/A-5)

BERITA TERKAIT