25 May 2019, 20:50 WIB

KPK Kembali Panggil Sofyan Basir Pekan Depan


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap pembangunan PLTU Riau-1.

Sebelumnya, KPK telah memanggil Sofyan Basir. Akan tetapi, Sofyan tak memenuhi panggilan tersebut. "Surat panggilan penjadwalan ulang pemeriksaan SFB sebagai tersangka telah dikirim ke alamat SFB kemarin," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/5).

Meski demikian, Febri tak merinci kapan Sofyan Basir akan diperiksa. Ia hanya mengatakan penjadwalan ulang pemeriksaan pada pekan depan. "Jadwal ulang minggu depan," ungkap Febri.

Baca juga: KPK Panggil 2 Saksi untuk Tersangka Sofyan Basir

Setelah melayangkan surat pemanggilan, Febri berharap Sofyan tak mangkir lagi dari panggilan KPK. Menurut Febri, panggilan tersebut sebagai sebuah kewajiban hukum yang harus dijalani Sofyan.

Seperti diketahui, Sofyan Basir diumumkan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 pada Selasa (23/4).

Ia diduga membantu bekas anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo mendapatkan kontrak kerja sama proyek senilai US$900 juta atau setara Rp12,8 triliun.

Sofyan hadir dalam pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh Eni Maulani Saragih, Johannes Kotjo, dan pihak lainnya untuk memasukkan proyek independent power producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 PT PLN.

Menurut kuasa hukum Sofyan, penyidik KPK belum memperdengarkan rekaman pembicaraan antara Eni Saragih dan Johanes Kotjo kepada Sofyan Basir.

"Belum ada pertanyaan-pertanyaan yang mengenai hal itu, artinya begini Pak Sofyan Basir selama ini merasa tidak tahu soal uang fee, soal apa pun itu, tetapi dari keterangan-keterangan di pengadilan pun saya tidak melihat itu. Saya masih mencoba mengonfirmasi alat bukti apa yang dipakai," kata kuasa hukum Sofyan Basir, Susilo Ariwibowo.

Dalam sidang untuk Eni Saragih pada 18 Desember 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, jaksa penuntut umum (JPU) KPK memutarkan rekaman percakapan antara Eni Maulani Saragih dan Johannes Kotjo terkait dengan fee yang akan diperoleh Sofyan bila dapat meloloskan proyek PLTU Riau-1. (OL-4)

BERITA TERKAIT