25 May 2019, 20:39 WIB

Mentan Paparkan Keunggulan Pola Tanam Zig-Zag


mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok Kementan
 Dok Kementan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman 

DALAM kunjungan kerja di Kalimantan Selatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyempatkan diri meninjau lokasi lahan rawa percobaan Kementan di Balai Penelitian Lahan Rawa (Balittra), Sabtu (25/5).

Didampingi Kepala Badan Litbang Kementan Fadjry Djufry dan beberapa pejabat lainnya, Mentan langsung menuju lahan yang berada di belakang gedung kantor tersebut.

"Ini tanaman jagungnya sudah terlalu kering. Terlambat panen dan kurang terawat. Tapi kalian saya ajari satu hal yang unik ya," ujar Amran pada awak media yang mengikutinya pagi itu.

Amran menjelaskan, tanaman jagung di lahan ini memang nampak kurang terawat. Namun bila diperhatikan jagung tersebut ditanam dengan cukup rapat. Terdapat bagian yang telah hilang buah jagungnya, namun ada juga yang masih tampak jagungnya.

"ini namanya pola tanam zig-zag. Ini inovasi dari Litbang Pertanian. Produksinya per hektare bisa 24 ton. Beda dengan cara tanam biasa yang hanya 5 ton," kata Mentan.

Cara bertanam ini sangat menarik dan menguntungkan bila dilakukan oleh petani, mengingat hasilnya jauh lebih besar dari pola tanam biasa.
"Bisa tiga kali lipat dari biasanya," tegasnya.

Baca juga: Mentan Amran Optimistis Program Serasi Sejahterakan Petani

Mentan berharap teknologi ini bisa diadopsi oleh petani dan produksi jagung dalam negeri akan semakin tinggi, bahkan mampu ekspor ke negara lainnya.

Kepala Balittra Hendri Sosiawan menambahkan pola tanam zig-zag, sebagaimana disampaikan Mentan Amran, akan membuat  proses fotosistensis optimal karena sinar matahari yang menyinari tajuk jagung tidak terhambat daun jagung yang saling menaungi bila ditanam lurus.

"Sistem zig-zag punya teknologi pemupukan lahan rawa, bisa kita tingkatkan juga oleh varietasnya sehingga memiliki resposivitas tinggi," lanjutnya. (X-15)

BERITA TERKAIT