BPJT Bantah Adanya Kenaikan Tarif Tol Jakarta-Cikampek


Penulis: Atalya Puspa - 25 May 2019, 20:02 WIB
ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Kendaraan melintas di area Gerbang Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/5).

KEPALA Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit membantah adanya kenaikan tarif tol akibat pemindahan pintu gerbang Cikarang utama ke Cikampek utama dan Kalihurip.

Danang menyatakan, perubahan tarif tersebut merupakan dampak dari perubahan sistem transaksi.

"Tarif tidak mengalami kenaikan, itu implikasi dari perubahan sistem transaksi," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (25/5).

Dirinya juga membantah terkait nihilnya sosialisasi terkait pemindahan pintu gerbang tersebut.

Seperti diwartakan, pengguna jalan tol mengeluhkan tarif tol dari karawang Barat ke Jatiluhur dari semula Rp13.500 menjadi Rp28.500. Namun menurut Danang hal tersebut terjadi karena pengguna hanya menempuh jarak pendek.

"Yang mungkin keberatan kalau yang lewat tol 2-3 gate sekitar Cikarang barat yang hanya untuk menghindari jalan kota," tuturnya.

Baca juga: Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalihurip Utama Mulai Beroperasi

Dirinya menjelaskan, penggunaan jalan tol memang dikhususkan untuk jarak jauh. Dengan adanya perubahan sistem transaksi tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih meningkatkan penggunaan angkutan umum perkotaan untuk menempuh jarak dekat.

"Harapan kami jalan tol dipakai pelaku perjalanan jarak jauh. Operator kami larang untuk memperoleh pendapatan tambahan akibat perubahan transaksi ini," tutupnya.

Untuk diketahui, pada Kamis (23/5) Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang berada di KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek tidak lagi melayani transaksi.

Transaksi elektronik di gerbang tol tersebut dipindahkan ke GT Cikampek Utama dan Kalihurip Utama. (A-4)

BERITA TERKAIT