25 May 2019, 18:19 WIB

Pembangunan Infrastruktur untuk Optimalisasi Dana Asing


Atalya Puspa | Ekonomi

ANTARA/ Ujang Zaelani
 ANTARA/ Ujang Zaelani
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani

DANA asing yang masuk ke surat berharga negara (SBN) mencapai Rp3,6 triliun dalam tiga hari terakhir.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menyatakan, guna mengoptimalkan dana asing tersebut untuk pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus banyak mengalokasikan dana kepada pembangunan infrastruktur.

"Mulai harus diarahkan untuk infrastruktur optimal. Pembangunan pelabuhan, bandar udara, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata Haryadi kepada Media Indonesia, Sabtu (25/5).

Haryadi menjelaskan, alokasi dana APBN terbagi menjadi dua, yakni dana operasional serta dana pembangunan. Sejauh ini, dirinya menilai, penggunaan dana operasional masih cenderung lebih tinggi dibanding pembangunan.

Baca juga: Dalam Tiga Hari, Dana Asing Masuk Capia Rp3,6 Triliun

Untuk itu, guna mengefektifkan dana asing yang ada, kebutuhan operasional bisa dipenuhi lewat pendapatan pajak.

"Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, secara sistem itu bisa mencukupi pajak. Dan memang itu harus dikelola dengan baik," tukas Haryadi.

Sementara itu, untuk meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, dirinya menilai dibutuhkan ketertiban dari Indonesia dalam hal pembayaran utang tersebut.

"Selama kita gak gagal bayar, mereka pasti percaya," tutup Haryadi.

Untuk diketahui, secara rinci, dana asing yang masuk ke Indonesia pada Kamis (23/5) terdapat Rp1,75 triliun. Sementara itu, pada Rabu (22/5) inflow asing masuk Rp1,5 triliun dan Rp300 miliar pada Selasa (22/5). (OL-4)

BERITA TERKAIT