Pembangunan Infrastruktur Kunci Optimalisasi Dana Asing


Penulis: Atalya Puspa - 25 May 2019, 18:30 WIB
MI/Permana
 MI/Permana
Peneliti nstitute for Development of Economies and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara

EKONOM dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menyatakan, kunci mengoptimalkan dana yang masuk ke surat berharga negara (SBN) yaknk dengan meningkatkan pos belanja modal di APBN, khususnya dari segi infrastruktur.

"Kita masih membutuhkan anggaran Rp5.000 triliun untk pembangunan infrastruktur, khususnya penunjang industrialisasi," kata Bhima kepada Media Indonesia, Sabtu (25/5).

Dirinya mengungkapkan, dengan masifnya pembangunan infrastruktur, diharapkan terciptanya multiplier effect kepada lapangan kerja serta sektor produktif yang ada.

Bhima juga menilai, untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia, pemerintah harus meningkatkan peringkat rating utang.

"Saat ini kita sudah masuk investment grade, dengan outlook positif dan stable. Kedepan peringkat utang perlu didorong ke level AA," ucapnya.

Baca juga: Dalam 3 Hari, Rp3,6 T Dana Asing Masuk R

Untuk meningkatkan rating utang tersebut, pemerintah harus menjaga stabilitas makro, nilai tukar, efektifitas pengelolaan fiskal dan stabilitas politik jangka panjang.

Untuk diketahui, dana asing yang masuk ke surat berharga negara (SBN) mencapai Rp3,6 triliun dalam tiga hari terakhir.

Secara rinci, dana asing yang masuk ke Indonesia pada Kamis (23/5) terdapat Rp1,75 triliun. Sementara itu, pada Rabu (22/5) inflow asing masuk Rp1,5 triliun dan Rp300 miliar pada Selasa (22/5). (OL-7)

BERITA TERKAIT