Mengaku Dicegat Saat ke MK, BPN: Rezim Paranoid


Penulis: Insi Nantika Jelita - 25 May 2019, 16:50 WIB
MI/Susanto
 MI/Susanto
 juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Andre Rosiade

SEMALAM, Jumat (24/5),  Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga telah mengajukan gugatan hasil pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi. Diakui Ketua Tim Kuasa Hukum BPN, Bambang Widjojanto (BW) pihaknya mengalami hambatan saat menuju ke MK sehingga datang larut malam.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara BPN Andre Rosiade, membenarkan pernyataan BW bahwa pihaknya kesulitan saat menuju ke MK karena banyak jalan yang ditutup oleh aparat keamanan.

"Kita sudah datang ke MK semalam. Ada kendala teknis, jalan ditutup dimana-mana oleh aparat. Perjuangan luarbiasa kita kesana. Rezim paranoid ini," ujarnya di D'Consulate Resto, Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (25/5).

Andre kemudian mengaku salah satu Tim kuasa hukum BPN Denny Indrayana juga mengalami kesulitan untuk sampai ke MK karena harus memutar jalan. Selain itu, ia juga menyebut pemerintah paranoid dengan membatasi media sosial sehingga merusak demokrasi pasca kerusuhan 22 Mei.

Baca juga: BPN Klaim Punya 54 Alat Bukti Kecurangan Pemilu

"Rezim panik dengan membatasi media sosial. Menurut saya in gara-gara Pemerintah kerjasama dengan Tiongkok jadi membatasi media sosial," kata Andre.

Sebelumnya, Bambang Widjojanto sempat mengadu kepada panitera Mahkamah Konstitusi (MK) banyak menerima hambatan. Ia mengaku sepanjang perjalanan dirinya menuju MK banyak menerima pencegatan.

"Kami percaya, MK akan menjadi bagian penting, walupun dalam proses ke sini (MK), luar biasa sekali effortnya harus dicegat dimana-dimana," ucap BW di Gedung MK semalam. (OL-7)

BERITA TERKAIT