25 May 2019, 15:15 WIB

Tanah Abang Kembali Menggeliat


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Bary Fathahilah/MI
 Bary Fathahilah/MI
Pengunjung melihat dan memilih pakaian yang dijual di jembatan penyeberangan multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat.

PASAR Tanah Abang kembali hidup. Pada Sabtu (25/5), seluruh blok di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu sudah diramaikan lagi oleh mereka yang sehari-harinya mencari nafkah di tempat yang sempat mati suri akibat kerusuhan 22 Mei kemarin.

Salah satu pedagang busana muslim di Blok B Tanah Abang, Risya mengatakan ia sudah mulai berdagang pada Jumat (24/5), tetapi hanya setengah hari.

Sementara hari ini pihaknya serta pedagang lainnya di Blok B telah mulai beroperasi sejak pukul 07.00 WIB hingga nanti sore pukul 16.00 WIB.

"Ya sudah normal semua. Alhamdulillah jalan-jalan sudah dibuka juga. Demo sudah selesai," ujar Risya kepada Media Indonesia.

Risya menyebut pihaknya memang berharap tidak ada lagi aksi rusuh seperti pada Rabu (22/5) lalu. Sebab demo yang berujung rusuh itu ia terpaksa tutup total selama dua hari hingga Kamis (23/5).

Ia menaksir kerugian akibat penutupan total Tanah Abang selama dua hari itu mencapai Rp80 juta.

"Wah ruginya banyak. Satu hari saja transaksi bisa Rp40 juta baik yang tunai dan non tunai di sini. Apalagi ini puncaknya orang belanjan untuk persiapan lebaran. Kalau hari biasa paling hanya Rp20 juta," terangnya.

Sebetulnya saat Tanah Abang tutup total selama dua hari Risya bisa tertolong karena pihaknya masih bisa menjual lewat media sosial. Tetapi, lagi-lagi penjualan lewat media sosial juga lesu karena pemerintah menutup akses media sosial selama dua hari kemarin.

Baca juga: Pedagang Tanah Abang Rugi Akibat Kerusuhan

"Awalnya kami nggak apa-apa sih ada demo ditutup. Masih ada penjualan online. Eh, ternyata online lumpuh juga. Yasudah ruginya dobel-dobel deh," ujarnya.

Ia pun berharap tidak lagi unjuk rasa yang berakhir ricuh.

"Karena bukan cuma kita pedagang yang rugi, banyak yang rugi seperti porter itu dari mana kalau pasar sepi," terangnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT