Kemenkes Bagikan 20 Juta Kelambu Berinsektisida


Penulis: Palce Amalo - 25 May 2019, 13:12 WIB
MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Kemenkes  membagikan sekitar 20 juta kelambu berinsektisida di seluruh Indonesia selama 10 tahun untuk mempercepat eliminasi malaria.

KEMENTERIAN Kesehatan membagikan sekitar 20 juta kelambu berinsektisida di seluruh Indonesia selama 10 tahun terakhir, untuk mempercepat eliminasi malaria.

Pembagian kelambu tidak hanya difokuskan di daerah endemis tinggi malaria tetapi juga di daerah daerah dengan endemis malaria rendah. Bahkan daerah bebas malaria juga dibagikan sebagai buffer stock guna mengantisipasi kasus malaria impor.

"Kalau ada kasus malaria impor, mereka tetap punya obat untuk malaria," kata Kasubdit Malaria Kemenkes, Nancy Angraeni kepada Media Indonesia di sela-sela kegiatan pembentukan konsorsium eliminasi Malaria se-daratan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (25/5).

Bantuan kelambu merupakan bagian dari strategi spesifik eliminasi malaria. Dengan tujuan menurunkan jumlah kasus malaria secara cepat.Bantuan lain ialah bubuk Larvasida yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, serta antimalaria, Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) dan Primakuin. Sampai akhir 2018, Kemenkes mencatat 28 kabupaten di seluruh Indonesia masih endemis tinggi malaria, termasuk empat kabupaten di NTT yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Sementara Maria Endang Sumiwi dari Unicef Indonesia mengatakan penyakit malaria mengakibatkan pertumbuhan anak-anak tidak normal atau stunting, sehingga intervensi gizi pada anak-anak sangat penting.

"Kalau 'bocor' gizi menjadi tidak berguna dan menyebabkan penyakit infeksi seperti malaria, diare, dan cacingan," ujarnya.

Pada bagian lain, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nusa Tenggara Timur turut membantu pemerintah daerah dalam kegiatan pengendalian malaria di Pulau Sumba. Wakil Ketua PKK NTT, Maria Fransisca Djogo mengatakan seluruh kader PPK siap dikerahkan untuk memerangi malaria. Antara lain memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membersihkan lingkungan dan cara-cara hidup sehat dan bersih.

"Ke depan kita buat desa model untuk pengendalian malaria. Di sana juga dipantau ibu hamil, saat memeriksakan kehamilan di puskesmas juga diperiksa malarianya," kata Maria.

baca juga: Tiga Falsafah Jawa Pegangan Jokowi

Selain itu, fasilitas guru PAUD juga ditingkatkan agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk membantu merubah minset masyarakat seperti cuci tangan sebelum makan, dan kebiasaan hidup sehat lainnya.

"Kebiasaan ini harus dimulai dari ibu hamil, balita dan anak-anak," ujarnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT