THR Diharap Pacu Konsumsi Masyarakat


Penulis: Nur Aivanni - 25 May 2019, 08:30 WIB
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menteri Keuangan Sri Mulyani

MENTERI Keuangan Sri Mulyani berharap tunjangan hari raya (THR) yang telah dicairkan bisa mendorong pertumbuhan konsumsi di kuartal II 2019. Ia berharap konsumsi bisa tumbuh hingga 5,1%.

“Kita berharap untuk kuartal kedua ini konsumsi tetap terjaga di atas 5%. Kita berharap situasi politik juga akan tetap kondusif sehingga confi dence dari konsumen akan tetap terjaga. Kita berharap ini akan tetap terjaga di atas 5%, bahkan mungkin mendekati 5,1%,” kata Sri Mul yani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.

THR yang telah di cairkan sebesar Rp19 triliun atau 95% dari proyeksi kebutuhan dana Rp20 triliun.

“Pencairan THR Rp19 triliun ini ialah pembayaran THR bagi PNS, prajurit TNI, anggota Polri sebesar Rp11,4 triliun. Untuk penerima pensiun/tunjangan sebesar Rp7,6 triliun,” kata Menkeu.

Untuk pembayaran THR bagi penerima pensiun/tunjangan, kata Sri Mulyani, juga dilaksanakan serentak kemarin melalui pemindahbukuan ke rekening penerima pensiun/ tunjangan yang dapat diambil melalui ATM dan pembayaran melalui kantor pos.

Seluruh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di wilayah Tanah Air, terang Sri Mulyani, telah mulai melayani pengajuan surat perintah membayar (SPM) pada 13 Mei 2019 walaupun pencairan dari THR-nya dilakukan secara seren tak kemarin.

Jika masih ada satuan kerja (saker) yang belum dapat mengajukan SPM THR sampai dengan 24 Mei, satker dapat mengajukan SPM THR sampai dengan sebelum Hari Raya Idul Fitri (31 Mei 2019). Bila belum dapat menyelesaikan peng ajuan tersebut, satker dapat mengajukan SPM THR setelah hari raya.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhi negara, mengatakan pencairan THR bisa mendorong konsumsi secara musiman. Hanya pencairan THR PNS tahun ini tidak berdampak signifi kan terhadap pertumbuhan konsumsi di kuartal II 2019.

Ia mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat pertumbuhan konsumsi tidak meningkat signifikan meski ada pencairan THR. Pertama, sebagian masyarakat kelas menengah dan atas tidak langsung membelanjakan uang THR mereka.

Kedua, kondisi politik pascapilpres membuat pusat perbelanjaan terganggu dan arus distribusi logistik di Jabodetabek pun terpengaruh.

Ketiga, inflasi bahan makanan jelang Lebaran. “Infl asi bahan makanan masih jadi ancaman. Jadi, harus ada antisipasi infl asi juga,” tuturnya. (Nur/X-11)

BERITA TERKAIT