Ganjar: Usut Aktor Intelektual Kerusuhan di Bawaslu


Penulis: Haryanto - 24 May 2019, 23:10 WIB
MI/Susanto
 MI/Susanto
 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

GUBERNUR dan wali kota/bupati se-Jawa Tengah mendukung aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas pelaku kerusuhan Pemilihan Umum 2019.

Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) se-Jateng, mereka menyatakan sikap dan dukungan kepada APH untuk mengungkap, mengusut, dan menangkap aktor intelektual kerusuhan tersebut.

"Aparat Penegak Hukum harus mampu menangkap aktor intelektual kerusuhan pasca-Pemilu 2019," kata Gubernur Ganjar Pranowo usai acara Rapat Koordinasi Forkompimda Jateng di Hotel Patrajasa Semarang, Jumat (24/5).

Inti poin dari pernyataan sikap itu antara lain menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menciptakan iklim politik nasional yang kondusif, mengobarkan semangat kebersamaan, mendukung para elite politik untuk bersatu, dan mengusut tuntas kerusuhan pasca-pemilu.

"Hari ini kami berkumpul bersama jajaran Forkompimda Jateng, bersama TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik untuk menyatakan sikap. Bahwa Jawa Tengah mendukung upaya-upaya mewujudkan situasi aman, damai dan sejuk paska pemilu di Indonesia," ucap Ganjar.

Ganjar menerangkan, sebenarnya dunia internasional sudah mengakui bahwa pemilu di Indonesia berjalan lancar. Meskipun rumit, pelaksanaan pemilu berjalan sesuai yang diharapkan.


Baca juga: Gunung Agung Lontarkan Lava Pijar hingga 3 Kilometer


Anehnya, lanjut dia, ketika KPU mengumumkan peraih suara terbanyak dalam Pemilu Presiden kali ini adalah pasangan Jokowi-Amin, dan pasangan Prabowo-Sandi akan menempuh jalur ke MK, maka sebenarnya itu sudah sesuai.

Namun, ternyata di lapangan masih ada yang bergerak melakukan aksi-aksi yang menimbulkan kerusuhan.

"Maka saya menyebut pasti ada Sengkuni-Sengkuni yang berada di belakangnya. Hari ini, kami Forkompimda Jateng mendorong Aparat Penegak Hukum tegas, dengan mengusut dan menangkap provokator dan aktor intelektual kerusuhan pemilu," tegas Ganjar.

Dengan ketegasan itu, maka nantinya akan terkuak satu persatu, siapa yang bermain dalam kerusuhan tersebut.

"Mudah-mudahan dengan sikap tegas itu, akan memberikan pelajaran bagi semuanya," imbuhnya.

Sebelum acara deklarasi, Ganjar sengaja mengumpulkan bupati/wali kota serta jajaran Forkompimda se-Jateng untuk bertemu menggelar Rapat Koordinasi.

Rakor digelar dengan dua agenda penting, yakni persiapan menjelang Lebaran dan kedua menanggapi situasi politik nasional pasca-Pemilu 2019. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT