25 May 2019, 06:30 WIB

Korban di Everest Terus Bertambah


AFP/Yan/X-11 | Internasional

Phunjo LAMA / AFP
 Phunjo LAMA / AFP
Para pendaki gunung berjalan di dekat kamp salah satu Gunung Everest.

PENYELENGGARA dan pejabat ekspedisi pendakian gunung di Nepal kemarin menyatakan tiga pendaki kembali tewas di Gunung Everest. Dengan demikian jumlah korban tewas di puncak gunung tertinggi di dunia itu menjadi tujuh orang.

Nepal telah mengeluarkan rekor 381 izin yang masing-masing berharga US$11.000 untuk pendakian musim semi tahun ini. Kepadatan ini memicu kemacetan dalam perjalanan ke puncak setelah cuaca buruk mengurangi jumlah hari pendakian.

“Dua pendaki India tewas di Everest,” kata Mira Achar­ya, juru bicara Departemen Pariwisata Nepal saat penyelenggara ekspedisi mengonfirmasi tiga kematian itu.

Kalpana Das, 52, mencapai puncak, tetapi meninggal pada Kamis (23/5) sore ketika turun, saat sejumlah besar pendaki mengantre di dekat puncak Everest.

Pendaki India lainnya, Nihal Bagwan, 27 tahun, juga meninggal dalam perjalanan kembali dari puncak.

“Dia terjebak dalam kema­cetan selama lebih dari 12 jam dan kelelahan. Pemandu Sherpa membawanya ke Camp 4, tetapi dia menghembuskan napas terakhir di sana,” kata Keshav Paudel dari Peak Promotion.

“Seorang pendaki Austria meninggal di sisi utara gunung Tibet,” kata penyelenggara ekspedisinya.

Pada Rabu (22/5), seorang pendaki India dan Amerika tewas di gunung tersebut. Pekan lalu, seorang pendaki India meninggal dan seorang pendaki gunung Irlandia diperkirakan tewas setelah terpeleset dan jatuh di sekitar puncak.

Ang Tsering Sherpa, mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal, mengatakan bahwa cuaca yang baik untuk menuju puncak musim ini hanya sebentar, artinya banyak tim sedang menunggu untuk naik.

“Menghabiskan waktu yang lama di atas zona kematian meningkatkan risiko frostbite, penyakit ketinggian, dan bahkan kematian,” katanya.

Pendakian gunung di Nepal telah menjadi bisnis menguntungkan sejak Edmund Hillary dan Tenzing Norgay kali pertama sampai di puncak Everest pada 1953.

Sebagian besar pendaki Everest dikawal pemandu Sherpa yang berarti lebih dari 750 pendaki diperkirakan akan menapaki jalan yang sama ke puncak.
Sementara itu, setidaknya 140 orang lainnya juga telah diberikan izin untuk mendaki Everest dari sisi utara di Tibet. Ini bisa mengalahkan rekor tahun lalu dengan total 807 o­rang yang mencoba mencapai puncak. (AFP/Yan/X-11)

BERITA TERKAIT