Pendiri Wikileaks Didakwa dengan UU Spionase AS


Penulis: AFP/Yan/X-11 - 25 May 2019, 03:30 WIB
Daniel LEAL-OLIVAS / AFP
 Daniel LEAL-OLIVAS / AFP
Julian Assange

KEMENTERIAN Kehakiman­ Amerika Serikat kemarin mendakwa pendiri Wikileaks, Julian Assange, dengan pelanggaran Undang-undang AS tentang Spionase. Assange menerbitkan file militer dan diplomatik pada 2010, dan AS menolak klaimnya bahwa ia seorang jurnalis.

Terdapat 17 tuduhan baru terhadap Assange. AS, antara lain menuduhnya mengarahkan dan bersekongkol dengan analis intelijen Chelsea Manning dalam mencuri file rahasia AS dan juga secara ceroboh mengekspose sumber-sumber rahasia AS di Timur Tengah dan Tiongkok yang disebutkan dalam file.

Tuduhan itu juga menolak klaimnya bahwa ia hanyalah penerbit yang menerima materi yang bocor dari Manning dan menyebarkannya. Assange menyatakan  tindak­annya dilin­dungi Amendemen Pertama Konstitusi AS yang menjamin kebebasan pers.

Sebuah dakwaan baru menuduh bahwa Assange secara aktif berkonspirasi dengan Manning untuk mencuri ratusan ribu file rahasia dengan alasan bahwa informasi itu akan digunakan untuk mencederai Amerika Serikat atau menguntungkan negara asing.

Kementerian itu juga mengatakan bahwa Assange menolak peringatan Kementerian Luar Negeri AS pada 2010 untuk mereduksi nama-nama sumber rahasia militer AS di Afghanistan, Suriah, Irak, Iran, dan Tiong­kok. Sumber-sumber itu dikatakan terdiri dari wartawan, pemimpin agama, pembela hak asasi manusia, dan pembangkang politik.

“Tindakan Assange menimbulkan risiko bahaya serius bagi keamanan nasional Amerika Serikat dan kepentingan musuh kita serta menempatkan sumber daya manusia AS dalam risiko serius dan segera akan terjadi kerusakan fisik serius atau penahanan sewenang-wenang,” kata kementerian itu.

“Jurnalis berperan penting dalam demokrasi kita tapi Julian Assange bukan jurnalis,” kata Asisten Jaksa Agung John Demers.

Berasal dari Australia, Assange, 47, saat ini ditahan di Inggris dan menghadapi permintaan ekstradisi AS saat ia dibebaskan 11 bulan lagi. Namun, belum jelas apakah pemerintah Inggris akan menuruti permintaan AS soal  ekstradisi. (AFP/Yan/X-11)

BERITA TERKAIT