25 May 2019, 01:20 WIB

Tingkatkan Bisnis, BTN Fasilitasi Kredit Alumni Lemhannas


(E-3) | Ekonomi

 ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
  ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
 Direktur Utama BTN Maryono

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk atau Bank BTN menjalin kerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) dalam pengelola­an dana dan pemanfaatan ja­­­sa layanan perbankan. Kese­pakatan kerja sama (MoU) ter­­sebut ditandatangani oleh Direktur Utama BTN Maryono dan Ketua IKAL Agum Gumelar di Jakarta, kemarin.

Maryono menjelaskan, melalui kerja sama ini, produk dan jasa layanan Bank BTN pada prinsipnya dapat dimanfaatkan alumni IKAL, terma­suk fasilitas kredit BTN.

“Intinya kerja sama ini ialah sinergi bagaimana BTN dan IKAL dapat sama-sama memberikan hal positif untuk memenuhi kebutuhan bersa­ma,” ungkap Maryono seusai melakukan tanda tangan MoU tersebut.

Maryono menambahkan ada 3 hal lingkup kerja sama yang disepakati BTN dan IKAL. Pertama, pengelolaan dan penatausahaan keuangan serta fasilitas kredit, baik secara kelembagaan IKAL maupun ke­pada seluruh pengurus dan anggota IKAL.

Kedua, pemberian fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit lainnya untuk mendukung IKAL dalam program pemberdayaan dan kemitraan dengan masyarakat di sektor UMKM dan sektor usaha lainnya. Ketiga, penyediaan fa­si­­litas kartu keanggotaan ba­gi seluruh peng­urus dan ang­gota IKAL.

Maryono melanjutkan alumni IKAL umumnya merupakan pejabat, baik di pemerintahan maupun nonpemerintahan. Selain perorangan sebagai alum­ni IKAL, potensi kerja sama sangat terbuka lebar bagi BTN untuk mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh BTN.

“Potensinya sangat besar. Ada sekitar 28.000 anggota IKAL dan kita dapat garap ini sebagai bagian dalam pengembangan bisnis BTN ke depan. Pengembangan DPK, peningkatan kredit dan fee base inco­me dari pemanfaat­an produk jasa BTN ialah potensi yang dapat dibidik dari kerja sama ini,” pungkas Maryono.

Bank BTN, berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019, mencatatkan aset sebesar Rp301,3 triliun dengan kre­dit yang diberikan sebesar Rp242,1 triliun. Perseroan ju­ga mencatatkan dana pihak ke­tiga (DPK) sebesar Rp215,8 tri­liun. (E-3)

BERITA TERKAIT