25 May 2019, 03:20 WIB

Alquran Panduan Hidup agar Selamat


Indriyani Astuti | Ramadan

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
 ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
 Perwakilan pesantren Al Huda membaca Alquran

DALAM Alquran Allah berfirman, "Apakah kamu menyangka bahwa Kami menjadikan kalian main-main dan tanpa tujuan yang jelas?"

Allah SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan. Tujuan manusia hidup di dunia antara lain untuk beribadah pada Allah SWT, berbuat baik pada sesama, dan merawat lingkungan. "Untuk menuntun manusia dalam menjalani kehidupan di bumi, Allah telah menurunkan petunjuk, yakni Alquran," ujar KH Akhsin Sakho Muhammad dalam ceramah tarawih di Masjid Al-Azhar, Jakarta, pada Rabu (22/5).

Alquran, lanjutnya, diturunkan Allah pada Nabi Muhammad SAW untuk memberikan petunjuk agar manusia berperilaku lurus. Seperti yang disebutkan dalam salah satu ayat-Nya, "Wahai manusia telah datang kepadamu kitab yang di dalamnya berisi peringatan dan nasihat agar kamu bisa mengerti tentang tujuan hidup di dunia bukan hanya makan dan minum serta bersenang-senang."

Dalam Alquran Surah Al-Fatihah yang menjadi surah pertama dalam Alquran, ada tiga komponen yang dijabarkan. Komponen pertama menjelaskan tentang Allah SWT sehingga manusia mengetahui zat yang disembah. Dimulai dengan ayat yang berbunyi,  "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam."

Komponen kedua ialah berkaitan dengan ibadah kita pada Allah. "Ayat dalam Surah Al-Fatihah menjelaskan bagaimana Allah memelihara alam semesta dan besarnya kekuasaan Allah sampai hari akhir. Atas dasar landasan itu, Allah sangat patut untuk dimintai pertolongan dan sudah sewajarnya kita beribadah kepada Dia," papar Akhsin.

Komponen ketiga ialah tentang keimanan. Disebutkan, bahwa Dia-lah yang bisa menunjukkan kita jalan yang lurus.

"Manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa hidup di dunia. Kehidupan itu harus diisi dengan beribadah pada-Nya dan beramal saleh," imbuh Akhsin.

Obat penyakit hati
Lebih lanjut Akhsin menjelaskan, ada beberapa penyakit hati yang bisa menjerat manusia. Antara lain, kekufuran, kesyirikan, kemunafikan, ketamakan, kekikiran, dan kesombongan. Pengalaman ayat-ayat Alquran-lah yang bisa menjadi obat dari penyakit-penyakit itu.

"Dalam Alquran, kisah manusia-manusia yang punya penyakit hati dibeberkan secara gamblang. Contohnya Fir'aun, ia mendapatkan azab dari Allah karena dia penguasa yang sangat kejam dan sombong. Dari kisah itu manusia diminta belajar," tutur Akhsin.

Penyakit hati lain yang tidak kalah penting untuk diwaspadai ialah tidak nyaman ketika beribadah. Penyakit itu membuat manusia pengidapnya tidak merasakan nikmat ketika beribadah.

"Jika seseorang tidak merasakan kenikmatan saat beribadah, dalam dirinya ada penyakit hati. Sebaliknya, ketika dia sudah bisa menikmati saat-saat membaca Alquran, saat berpuasa, salat, dan bersedekah, berarti dia sudah berada pada posisi yang baik," jelas Akhsin.

Ia menegaskan, level hati manusia dapat dilihat pada ketulusannya ketika beribadah pada Allah SWT. Apakah dia memandang ibadah itu sebagai beban atau kebutuhan. "Orang yang merindukan Allah akan merasakan kenikmatan saat beribadah," pungkasnya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT