25 May 2019, 04:00 WIB

Ketenteraman bagi Orang Beriman


Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH

MI/SENO
 MI/SENO
 Quraish Shihab 

KALI ini kita masih membahas Surah Al Fath, dimulai dari ayat ke-26. Jika ayat-ayat sebelumnya berbicara mengenai aneka macam anugerah Allah dan ancaman bagi yang mendurhakainya, ayat ke-26 menggambarkan ganjaran ketenteraman bagi orang-orang yang beriman.

Dikatakan, "Sungguh Allah telah berbuat baik kepada orang-orang yang beriman, ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka rasa amarah, dendam, dan keangkuhan."

Allah menurunkan ketenteraman kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Allah menetapkan pada diri mereka agar terhindar dari kesyirikan dan siksa. Mereka merupakan orang-orang yang berhak untuk mendapatkannya, karena beriman dan bertakwa kepada Allah.

Dalam ayat ini dikisahkan, ada orang-orang kafir di Mekah menghalang-halangi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang akan memasuki Masjidil Haram untuk menunaikan umrah. Orang-orang kafir itu juga menghalang-halangi hewan kurban yang hendak dibawa ke tempat penyembelihan.

Allah menahan Nabi dan para sahabat untuk tidak membinasakan orang-orang kafir tersebut. Itu supaya Nabi dapat melindungi orang-orang mukmin yang berada di tengah-tengahnya. Padahal, tidak boleh seorang pun melarang orang lain untuk berumrah. Kabah di Mekah juga menjadi tempat yang paling aman.

Mengapa orang-orang (kafir) itu menolak Nabi? Itu karena mereka menanamkan hati dengan keangkuhan dan kepicikan. Namun, Rasul menerima dengan baik bimbingan dari Allah agar menerima atau legawa atas perbuatan tersebut.

Mengapa Allah memberikan kedengkian kepada orang-orang kafir? Itu karena mereka tidak mau berubah dan justru mau menjalani hidup dengan penuh kedengkian. Melalui Nabi, Allah mengajak orang-orang kafir untuk membuka hati meyakini keesaan Allah, tetapi mereka tidak mau.

Dikatakan, "Allah pasti akan menghukum orang-orang yang berkeras dalam kekufuran dengan siksa yang sangat pedih. Yaitu ketika orang-orang kafir menimbulkan kesombongan dalam hati mereka."

Sebaliknya, Allah memberikan ketenteraman serta ketakwaan kepada orang beriman karena mereka pantas mendapatkannya. Karena itu, kita selalu diingatkan untuk senantiasa mengucapkan kalimat takwa, La ilaha illallah. Tiada tuhan Selain Allah.

Kalimat takwa itu bisa menghindari kita dari ancaman dan siksa yang diperingatkan Allah. Kalimat takwa hendaknya tidak hanya dituturkan, tapi juga diamalkan, sehingga ketakwaan kita semakin mantap dan jauh dari ancaman siksa.

Maka dari itu, barang siapa yang mengucapkan kalimat takwa pada akhir hidupnya atau mendekati ajal, dia akan terhindar dari siksa neraka. (Dhk/H-1)

 

BERITA TERKAIT