24 May 2019, 20:00 WIB

Limbah Sawit Indonesia bakal Lebih Berguna dan Ramah Lingkungan


Andhika prasetyo | Ekonomi

ANTARA FOTO/FB Anggoro
 ANTARA FOTO/FB Anggoro
 Pekerja memeriksa pipa gas metan di instalasi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biogas berkapasitas 700 kilowatt di Pabrik Kelapa Sawit 

Indonesia tengah berupaya memulai program pengolahan limbah pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) agar lebih ramah lingkungan.

Berbekal Teknologi Novel Algae, polusi gas metana yang berada di dalam POME akan dicoba untuk dikurangi bahkan dihilangkan.

Ketika telah memiliki kadar gas metana yang rendah, limbah sawit nantinya bisa digunakan sebagai bahan baku penghasil DHA yang berkualitas dan memiliki harga tinggi seperti omega tiga. Untuk diketahui, Docosahexaenoic Acid  atau DHA merupakan nutrisi yang dikenal bisa membantu perkembangan otak sehingga menstimulasi kecerdasan anak. 

"Sebagai negara penghasil Minyak Kelapa Sawit, upaya ini menjadi sangat penting. Tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, kita juga bisa menghasilkan produk dengan nilai tinggi," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (24/5).

Dalam menjalankan upaya itu, Indonesia menggandeng Universitas Tsukuba, salah satu Universitas terkemuka di Jepang, yang kini menjadi pusat penelitian teknologi Alga di dunia.

Salah satu teknologi komersial mereka dapat mengatasi masalah POME dengan mengurangi tingkat permintaan oksigen biokimia, sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai tinggi seperti omega tiga dan tepung ikan.

“Saat ini, pabrik CPO Indonesia memproduksi sekitar 455.000 ton POME per hari. Ini adalah limbah besar yang dibebani ke lingkungan. Belum lagi CO2 dan efek berbahaya lainnya. Kami senang memiliki lembaga pendukung untuk secara aktif melakukan pengembangan teknologi untuk kebaikan dunia dan lingkungan," jelasnya. (A-3)

BERITA TERKAIT