24 May 2019, 07:10 WIB

JK Galang Dialog Redam Gejolak


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan siap untuk membuka dialog dengan para elite politik yang terlibat dalam Pilpres 2019 untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan.

"Pemerintah tentu siap untuk berbicara, berdialog dengan semua tokoh karena tujuannya kita sama, untuk kedamaian, kemakmuran, dan semua harus ada prosedurnya," ujar JK seusai pertemuan dengan sejumlah tokoh di kediaman dinas Wapres di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tadi malam.

JK meminta semua pihak tenang sehingga situasi di Jakarta dapat kondusif. Apabila aksi massa semakin tidak terkendali, lanjut JK, bisa terjadi krisis ekonomi dan politik seperti pada 1998.

Pihaknya tengah melobi sejumlah pihak untuk mengupayakan pertemuan antartokoh. Dalam kondisi saat ini, lanjut JK, peran para tokoh sangat penting untuk meredam gejolak di masyarakat. Ia menyayangkan aksi massa 21 dan 22 Mei diduga telah disusupi banyak kepentingan.

Pertemuan membahas kondisi nasional pascarekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang berujung rusuh pada 21-22 Mei.

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Hamdan Zoelva.

Tampak pula Wapres ke-6 RI Try Sutrisno, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin. Pertemuan digelar secara tertutup dari media massa hingga tengah malam. Setelah pertemuan, mereka menjelaskan hal-hal yang dibahas.

Sebelumnya, JK mengatakan perlunya pertemuan dengan para tokoh bangsa, termasuk capres Prabowo Subianto,  untuk menenangkan ketegangan pascapenetapan hasil Pilpres 2019. (Pol/Mal/X-4)

BERITA TERKAIT