Maxime Bouttier Unsur Budaya Jadi Nilai Tambah Film Kita


Penulis: Suryani Wandari - 24 May 2019, 00:45 WIB
MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
 Maxime Bouttier

BERANGKAT dari model dan aktor sinetron, Maxime Bouttier kini semakin mantap di film layar lebar. Belum lama aktingnya hadir lewat film Matt & Mou, menjelang Lebaran ia akan menyapa penggemar bioskop lewat film Kuntilanak 2.  

Hingga kini, pria yang juga kekasih aktris Prilly Latuconsina itu setidaknya sudah bermain di 25 judul film layar lebar dan 12 judul sinetron. Film-film tersebut tidak sedikit yang bergenre horor.

Mengenai pilihan genre film itu, Maxime mengungkapkan jika peran-peran yang didapatkan tidak sekadar mengumbar ketakutan, tetapi juga banyak yang cukup menantang secara karakter. Ia pun mencontohkan perannya sebagai Edwin di Kuntilanak 2.

"Peran kali ini lebih menantang dengan karakter sebagai Edwin yang emosional, depresi, sehingga bersedia menjadi mediator atau orang yang mengalami semacam kesurupan," tutur Maxime saat kunjungan ke kantor Media Indonesia, Kamis (16/5), bersama beberapa pemeran film yang akan tayang pada 4 Juni 2019 itu.

Pria berusia 26 tahun ini juga menilai ada pesan lain yang positif dari sisi horor film itu, yakni soal tetap menghargai kepercayaan maupun mitos yang ada meski secara pribadi tidak menganutnya.

Meski begitu, setelah cukup kenyang dengan film horor dan drama romantis, Maxime mengaku ingin mendapat kesempatan bermain di film laga. Terlebih ia mengagumi film-film laga dengan unsur seni bela diri Tanah Air, sepertiThe Raid yang menonjolkan pencak silat.

"Pengen sih, apalagi bikin film yang memperlihatkan ciri khas Indonesia seperti pencak silat yang nantinya bisa dinikmati global," ujarnya.

Unsur budaya lokal tersebut dinilainya bisa menjadi modal kuat bagi film Indonesia untuk mendunia. Hal itu pun setidaknya sudah dibuktikan dengan aktor-aktor ahli bela diri Indonesia yang mendunia, seperti Iko Uwais dan Yayan Ruhian.

Maxime yang memiliki ayah seorang chef asal Prancis ini pun optimistis jika film-film Indonesia nantinya akan berhasil menembus dunia internasional layaknya film Bollywood.

Band rock
Gairah seni dalam diri Maxime nyatanya tidak hanya dia salurkan melalui dunia akting. Pria yang mengawali karier di Bali ini juga bermain musik dan bahkan sejak lima tahun lalu memiliki grup band rock.

Di band bernama Zeta itu, Maxime dan rekan-rekannya telah menghasilkan 4 single. "Genrenya rock yang lebih ke British, dengan nuansa mirip band Muse, Coldplay, The Beatles," jelasnya. Kesibukan latihan dan rekaman bersama band itu ia lakukan di akhir pekan.

Penamaan Zeta, menurutnya, merujuk pada Zeta Reticuli yang merupakan sistem bintang ganda yang terletak sekitar 39 tahun cahaya dari bumi. "Kemungkinan di sana ada kehidupan semacam alien. Jadi, ceritanya kita datang dari angkasa luar untuk sedikit mengubah musik di dunia," lanjut Maxime.

Di band yang dibentuknya bersama teman syuting ini, ia bertindak sebagai vokalis, gitaris, sekaligus pemain piano yang kerap kebagian peran sebagai pembuat lagu. Dua personel lainnya ialah Debo Andryos Aryanto yang merupakan pemenang ajang pencarian bakat Idola Cilik musim kedua dan Eki Rifki Al-Qadrie.

"Responsnya beragam ya, tapi banyak yang enggak nyangka. Mereka mengira aku main musik yang slow dan tak teriak-teriak semacam itu," kata Maxime.

Untuk menjaga suaranya tetap prima meski sering berteriak, Maxime mengaku rajin melakukan terapi uap untuk membuka saluran udara di tenggorok. Tak hanya itu, ia pun rutin makan anggur untuk menjaga tenggorok.

"Anggur kaya antioksidan dan itu bagus untuk tenggorok," tutup Maxime. (M-1)

BERITA TERKAIT