22 May 2019, 20:56 WIB

Terlahir Tanpa Tangan, Wanita Ini Mampu Terbangkan Pesawat


Abdillah Marzuqi | Weekend

Jessica Cox, 36, menjadi pilot berlisensi pertama yang menerbangkan pesawat hanya dengan kaki. Ia terlahir dengan kondisi langka yang menyebabkan anggota tubuhnya tidak berkembang semestinya. Ia lahir tanpa lengan.

Perempuan asal Phoenix, Arizona,  itu mulai berlatih menerbangkan pesawat pada 2005. Ia menggunakan kedua kakinya sebagai kontrol. Cox mendapatkan sertifikat pada 2008 dari Administrasi Penerbangan Federal. Kini ia punya lisensi untuk menerbangkan pesawat ringan dengan mesin tunggal, Ercoupe.

Cox yang juga berdarah Filipina memang sudah membiasakan diri melakukan segala sesuatu tanpa tangan. Ia telah melatih kakinya untuk bermain piano, mengendarai mobil, menyelam, bahkan mendapatkan sabuk hitam tingkat tiga di taekwondo.

Barangkali, prestasi terbesar Cox adalah mendapat sertifikat untuk menerbangkan pesawat bermesin tunggal. Cox ingin menginspirasi orang lain, bahwa kondisi fisik tidak menjadi halangan untuk mencapai apa pun.

Sejak kecil Cox sangat aktif dalam banyak hal. Ia ikut kelas menari, hingga pramuka. Cox lebih memilih menggunakan kaki dibanding menggunakan lengan palsu. Meski banyak padangan mata mengarah padanya, Cox tetap pada percaya diri.

"Saya sangat ingin menjadi normal, dan saya terlalu sering diberi tahu bahwa saya tidak bisa melakukan sesuatu atau saya cacat," katanya kepada CNN seperti dilansir dailymail.co.uk (22/5).

"Aku benar-benar membenci kata cacat," lanjutnya.

Siapa sangka, Cox dulu sangat takut pada pesawat terbang. Sampai suatu ketika seorang pilot pesawat kecil mengundangnya masuk ke kokpit. "Pilot membawa saya ke depan pesawat. Pesawat itu memiliki kontrol ganda," kenangnya.

Sejak itu, Cox memutuskan ingin bisa menerbangakn pesawat. Ia berlatih menjadi pilot setelah menyelesaikan pendidikan di jurusan psikologi University of Arizona pada 2005. Tiga tahun sudah cukup bagi Cox untuk mendapatkan lisensi penerbang.

"Ada banyak pertanyaan. Ada banyak kekhawatiran. Ada banyak keraguan apakah ini mungkin," kata Cox.

Dia berharap bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak dan mendorong mereka untuk menghadapi ketakutan. "Karena saya menjalani hidup saya seperti yang saya lakukan. Itu memiliki dampak luar biasa pada orang lain," tegas Cox. (M-2)

BERITA TERKAIT