23 May 2019, 08:00 WIB

Berlomba Adu Pretasi, bukan Adu Mulut


Haufan Hasyim Salengke | Advertorial

Metro TV
 Metro TV
Provocative Mindset

DALAM  kehidupan bermasyarakat, manusia sebagai mahluk sosial sangat membutuhkan orang lain untuk saling berbagi dan berinteraksi. Proses interaksi ini akan menghasilkan beragam bentuk, karena setiap orang memunyai karakter yang berbeda-beda.

Pernah melihat seorang supir angkot marah-marah, teriak-teriak, dan terjadi adu mulut dengan lawan bicaranya? Kasus itu salah satu contoh interaksi sosial, yang tidak membawa ke perdamaian dan kerja sama (asosiatif) tetapi cenderung melahirkan perpecahan atau konflik (disosiatif)

Kata adu dalam adu mulut konotasinya bertanding. Bertanding kata-kata dengan sarana mulut. Kata-kata yang dipakai bisa fakta dan data atau rekayasa asal bisa menang. Kata-kata yang dikeluarkan pun bisa baik atau buruk dan benar atau salah tergantung kualitas orang yang bicara. Kalau orang berkualitas pasti bisa mempertanggung jawabkan perkataan, data, dan fakta yang ia sampaikan dan lontarkan.

Sebagian orang kadang tidak terlalu peduli ketika melihat kasus adu mulut atau percekcokan di area publik. Daripada punya hobi atau habbit adu mulut mending adu prestasi dan adu berbuat kebaikan. Sudah seberapa manfaat hidup kita untuk sesama?  Jangan isi hidupmu dengan adu mulut. Ayo, isi buku kehidupanmu dengan hal-hal yang Indah. (S2-25)

BERITA TERKAIT