Dampak Besar lewat Musik


Penulis: Fathurrozak - 22 May 2019, 00:00 WIB
MI/AGUNG SASTRO
 MI/AGUNG SASTRO
 Muhammad Tulus

SOLOIS Muhammad Tulus, 31, merasakan dampak yang besar lewat karyanya dalam bermusik. Karya yang diciptakannya menginspirasi para pendengar agar dapat melakukan nilai lebih dalam hidup.

Tulus tak pernah menyangka bahwa dengan bermusik ia mampu menciptakan gerakan yang berdampak pada bidang lain di kehidupan. Salah satunya gerakan yang ia cetuskan sendiri seperti menggalang dana untuk kalung satelit pendeteksi lokasi gajah sumatra melalui proyek yang ia namai Teman Gajah, Tulus juga menginspirasi para pendengar setia musiknya. Ia menyebutkan, banyak Teman Tulus (sebutan para fan), juga ikut membuat gerakan dalam skala kecil yang berdampak pada lingkungan sekitar mereka.

"Segala kegiatan yang secara mandiri Teman Tulus lakukan, banyak kegiatan sosial, itu jauh di luar ekspektasi dugaan saya, bahwa ternyata musik itu memang besar sekali dampaknya. Tidak hanya sekadar didengarkan dan dinikmati secara individu. Dari berkumpul, bertukar ide, dan bisa melakukan sesuatu untuk sekitar."

"Sebetulnya saya enggak ada arahan, mungkin mereka terinspirasi dari apa yang saya bersama manajemen lakukan, seperti kegiatan bantu guru belajar lagi, gerakan teman gajah, jadi itu menginspirasi mereka untuk terlibat memberi dampak meski dengan skala kecil di sekitar mereka," ungkap Tulus seusai Kumpul Teman Tulus, di dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (19/5).

Menurutnya, ketika ia bertindak sebagai musisi, memang hanya bisa berkarya dengan musiknya. Namun, sebagai figur, penyanyi kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, ini mengungkapkan bisa memanfaatkan sosoknya untuk menyebarluaskan informasi dan melakukan kepedulian di bidang lain. Belum lama ini, Tulus juga terlibat dalam proyek pameran Laut Kita. Ia kebagian untuk membuat ilustrasi musik dan mengisi narasi.

Berkumpul dengan teman
Setiap Ramadan, pelantun tembang Monokrom ini mengaku selalu mengurangi kepadatan kegiatan sehingga ia merasa lebih leluasa dan punya waktu senggang. Untuk itu, ia pun dengan senang hati berkumpul dengan para pendengarnya dalam momen yang lebih intim. Ia juga mengundang beberapa musisi lain, yaitu Andien Aisyah, Glenn Fredly, Yura Yunita, dan Kunto Aji, untuk meramaikan hajatan Tulus dan para penggemarnya.

Dari pengakuan Tulus, acara yang bertajuk Kumpul Teman Tulus ini secara total diinisiasi para penggemar. Ia hanya mendapat kabar perkembangan dan membantu menghubungi secara langsung musisi yang telah direkomendasikan Teman Tulus untuk ikut hadir.

Baginya, teman bermakna sesuatu yang menjadi kebutuhan manusia. Teman merupakan syarat utama dalam kehidupan bersosial. "Semandiri-mandirinya seseorang, berbagi tetap akan jadi yang utama. Sekuat-kuatnya orang, dukungan juga menjadi kebutuhan yang utama. Teman Tulus membuat saya merasa lebih tajam tujuannya dalam bermusik, membuat saya merasa tetap bisa jadi diri sendiri dalam berkarya, dan membuat merasa ada yang mengapresiasi perjuangan membangun karya musik saya."

Ia mengakui, berkumpul dengan para pendengar setia karyanya ini merupakan upayanya untuk mengenal lebih dekat satu per satu fan. Meski menurutnya mustahil, paling tidak ia menuju ke arah menjalin hubungan yang lebih kuat sehingga hubungan yang terjalin tetap indah.

Setelah Konser Monokrom di Jakarta beberapa waktu silam, yang melibatkan suara para penonton konser untuk dimasukkan ke album konsernya, Tulus mengaku setelah Lebaran akan mengeluarkan sesuatu. Namun, ketika ditanya lebih lanjut, ia menjawab tak ingin lebih jauh menjelaskan.

"Saya mau bikin sesuatu setelah Lebaran, tapi masih rahasia karena belum matang. Kalau banyak cerita nanti malah enggak jadi," akunya. (M-4).

 

BERITA TERKAIT