Desa Pasirbaru Merindukan Air Bersih


Penulis: (Benny Bastiandy/N-2) - 21 May 2019, 05:40 WIB
. (MI/BENNY BASTIANDY)
 . (MI/BENNY BASTIANDY)
krisis air bersih

WARGA Kampung Pasirrandu Jujuluk RT 02/08, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi penyintas krisis air bersih. Kondisi tersebut sudah berlangsung hampir puluhan tahun, apalagi saat kemarau.

Di kampung itu terdapat sekitar 60 kepala keluarga atau sebanyak 280 jiwa. Mayoritas mata pencarian masyarakat di sana sebagai nelayan dan petani.

"Makanya, kalau turun hujan, warga di sini ramai-ramai menampung air yang digunakan keperluan memasak, mandi, dan mencuci," kata Enad, ketua RT setempat, kemarin.

Hampir di setiap rumah warga terdapat talang atau saluran air yang terpasang di ujung bangunan. Talang itu kemudian dipasang corong dan selang yang dialirkan ke setiap bak penampungan air. "Kalau tidak begitu, sulit mengandalkan air bersih," jelasnya.

Beberapa hari ini warga kembali kesulitan mendapat air bersih lantaran di wilayah itu tak turun hujan. Warga terpaksa mengambil air bersih dari sumber mata air dengan jarak tempuh perjalanan sekitar satu kilometer. "Kalau tidak seperti itu, dapat air bersih dari mana untuk keperluan sehari-hari. Ada dua sumber mata air di Desa Pasirbaru, tapi cukup jauh lokasinya. Mereka harus mengantre bergiliran setiap mengambil air bersih," bebernya.

Cemeng, 42, salah seorang warga, mengaku wilayahnya rawan krisis air bersih. Jika musim hujan, warga tidak terlalu sulit mendapatkan air karena rata-rata hampir di setiap rumah terdapat talang air yang mengalirkan ke bak mandi.

"Yang sulit itu saat masuk kemarau. Warga di sini sudah dipastikan sulit mendapatkan air. Tadinya warga berinisiatif ingin mengalirkan air dari sumber mata air ke permukiman yang berjarak sekitar 500 meter hingga 800 meter. Namun, keinginan itu tidak terwujud lantaran terkendala biaya."

"Lokasi mata air jaraknya cukup jauh dengan permukiman. Kalau membuat pipa membutuhkan biaya cukup besar. Warga sudah berupaya mengajukan pemasangan pipa dan pengadaan sumur bor ke pemerintah daerah melalui desa. Namun, sampai saat ini belum ada realisasinya," tandasnya. Warga berharap pemerintah turun tangan sebab rata-rata warga di sana berpenghasilan pas-pasan. (Benny Bastiandy/N-2)
 
      
 

BERITA TERKAIT