Presiden: Air Jadi Kunci Kemakmuran NTT


Penulis: Palce Amalo - 20 May 2019, 18:53 WIB
Antara
 Antara
Presiden Joko Widodo (ketiga dari kiri) saat menebar benih ikan pada peresmian Bendungan Rotiklot di Belu, Atambua, NTT, Senin (20/5). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan kunci kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah air.

Karena, lanjut Presiden, dengan air masyarakat bisa menanam bahan kebutuhan pokok bahkan bisa diekspor ke negara tetangga, Timor Leste. "Kuncinya di Provinsi NTT adalah air. Dengan air itulah bisa menanam bawang merah dan cabai yang banyak, bayam, jagung, pisang, padi,  dan pepaya," katanya saat meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Senin (20/5).

Presiden minta masyarakat langsung memanfaatkan air yang ada di bendungan. Pengisian air Bendungan Rotiklot sudah dilakukan sejak Desember 2018. Menurutnya pembangunan bendungan butuh waktu antara 3-5 tahun, kalau enggak dibuat, tidak ada air," ujarnya.

Bendungan Rotiklot merupakan bendungan kedua dari tujuh bendungan yang dibangun pada periode 2015-2019. Sebelumnya, Jokowi meresmikan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.

Menurut Jokowi, setelah peresmian Raknamo selanjutnya berturut-turut diresmikan bendungan berikutnya yang akan selesai dibangun yakni Napun Gete, Temef, Mbay dan Manikin.

Sedangkan Bendungan Kolhua yang direncanakan dibangun di Kota Kupang, akan dipindahkan ke Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. "Setelah (peresmian) ini Napun Gete misalnya," kata Jokowi.

Baca juga: Pasokan Air Jadi Kunci Kesejahteraan di NTT

Bendungan Napun Gete dibangun di Kabupaten Sikka, dijadwalkan rampung pada 2020, menyusul Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Sementara itu saat menyampaikan sambutan Jokowi mengatakan NTT mendapat jatah tujuh bendungan sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi masalah air di daerah itu, lebih banyak dari provinsi lain.

Baca juga: Hari Ini Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot

Menurut Jokowi, rumus pembangunan di NTT memang dimulai dari air. Dengan air, panen sekali bisa jadi dua atau tiga kali. Dulu yang tidak bisa tanam apa-apa, bisa tanam apa-apa. Tanam padi dan jagung di musim hujan dan di musim kemarau tanam semangka dan melon. "Setelah ada air kita bisa berpikir apa yang akan kita tanam. Kita harus mencari jalan keluar agar kesejahteraan dan kemakmuran kita raih bersama-sama," ujarnya.

Bendungan Rotiklot dengan kapasitas 3,3 juta meter kubik air ini juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Acara peresmian antara lain dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. (X-15)

BERITA TERKAIT