Gerai Pertama Starbucks di Labuan Bajo


Penulis: Thalatie K Yani - 19 May 2019, 09:35 WIB
dok. Starbucks
 dok. Starbucks
Pembukaan gerai Starbucks di Labuan Bajo, NTT.

Merayakan ulang tahun ke-17, Starbucks Indonesia membuka gerai terbaru mereka di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Gerai terbaru itu menjadikan gerai ke-403 Starbucks. Namun bagi Anthony Cottan, Direktur Starbucks Indonesia, gerai tersebut menjadi gerai pertama di Labuan Bajo.

"Ini gerai nomor satu, bukan 403 di Labuan Bajo. Tapi nomor bukan hal yang penting, karena gerai ini harus memberikan makna tersendiri dan menjadi bagian dari komunitas di Labuan Bajo dan Flores," ujarnya kepada wartawan saat pembukaan di Marina Komodo Labuan Bajo, kemarin. Dalam pembukaan itu turut hadir Bupati Agustinus Ch Dula dan presidet director Indonesia Ferry Property M Riza Perdana Kusuma.

Seperti gerai-gerai lainnya di daerah, sentuhan lokal tetap ditonjolkan. Dari desain gerai yang terinspirasi dari tenun ikat NTT dan komodo. Tampak terlihat dari fasad, community table yang berada di tengah ruangan, dan partisinya. Pada fasad menampilkan pola tenun dari kayu yang berbentuk gunung yang menggambarkan perkebunan kopi di Flores yang dikelilingi pegunungan. 

"Design memang kami sangat pikirkan, tentunya dengan sentuhan lokal. Serta ada komodo dalam desainnya," ujar Anthony. Terlihat dipartisi antar meja ada sejumlah patung komodo. Tidak hanya design, gerai ini separuhnya memperkerjakan masyarakat lokal yang sudah mendapatkan pelatihan di Bali. 

Design itu pun menurut Tico salikin, Vice president store development & construction sudah melalui survei dari divisi Asia Pasific Design. Di mana tenun ikat menjadi faktor yang paling kuat untuk diaplikasikan dalam design gerai.

Kedai kopi yang terletak di atas lahan 200meter persegi itu menargetkan wisatawan yang berlibur di Labuan Bajo, pebisnis, dan anak muda di kawasan itu. 

Anthony mengaku kopi dan makanan yang disajikan sama persis dengan di Jakarta atau pun luar negeri. Pasalnya semua makanan dan biji kopi didatangkan langsung dari Jakarta, sehingga tidak ada perbedaan rasa. Termasuk varian Komodo Dragon Blend yang sudah tersedia sejak 1997 dan menglobal sejak 2004.

Setelah Labuan Bajo, Anthony mengaku Starbucks Indonesia mulai mengubah visi mereka untuk ke Indonesia bagian Timur. "Bisa ke Ambon, Papua, Timika, dan Sorong. Kita akan lihat potensi dan rantai supplay nya nanti," ujarnya. (M-3)

Baca juga : Jangan Ragu Bermimpi

 

BERITA TERKAIT