Gamers asal Pontianak Bobol Bank Hingga Rp1,85 Miliar


Penulis: M. Iqbal Al Machmudi - 18 May 2019, 19:39 WIB
MI/Depi Gunawan
 MI/Depi Gunawan
AKBP Ade Ary Syam Indradi

POLDA Metro Jaya menangkap seorang pemain gim daring (gamers) asal Pontianak, Kalimantan Barat. Gamers berinisal YS, 27 itu menjadi tersangka dalam kasus transfer dana dengan modus debit gim daring Mobile Legend (ML)>

Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi, mengatakan tersangka YS merupakan seorang gamers di Mobile Legend.

Penangkapan YS sendiri merupakan tindak lanjut laporan dari salah satu bank swasta yang merugi sebesar Rp1.85 Miliar.

Kasus bermula saat YS membeli peralatan dalam permainan tersebut, tapi saldo akun virtual bank miliknya justru tak berkurang sama sekali.

"Saat membeli fasilitas pada gim Mobile Legend tersebut, debit uang virtual pada YS tidak berkurang. Disitulah muncul niatan buruk dari YS untuk kembali mengurangi berkali-kali," kata Ade saat jumpa pers di PMJ, Sabtu (18/5).

Baca juga : Polisi Tangkap Sindikat Pencurian Uang ATM

"Tersangka tahu dan secara sadar dia membeli itu tidak mengurangi debitnya, tidak mengurangi uangnya. Sehingga dia mengulangi lagi perbuatannya hingga kerugian yang dialami bank membengkak hingga Rp1.85 Miliar," imbuhnya.

Satu item dari fasilitas gim tersebut nyatanya hanya bernilai ratusan ribu rupiah. Karena dilakukan berulang-ulang, akhirnya bank yang bekerjasama dengan pihak gim merugi hingga miliayaran rupiah.

"Artinya YS berhasil membobol sebuah bank. Karena berulang-ulang, bank ini mengalami kerugian Rp1,85 miliar. Sehingga bank harus membayar kepada pemilik gim," ujar Ade.

YS dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun. YS juga diancam dengan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Transfer Dana, karena YS menerima uang dengan cara yang tidak benar.

Lebih lanjut Ade  berharap agar kasus serupa tak lagi terulang. Dia menyayangkan sikap YS yang melakukan tindak pidana ini secara sengaja.

"Kami berharap kerja sama dari semua pihak, agar masyarakay yang melihat adanya celah seperti ini tidak melanjutkan niatnya, untuk tidak melakukan hal semacam ini," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT