Tema Budaya Warnai Hutan Kota


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 18 May 2019, 10:20 WIB
MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Dirut Gelora Bung Karno (GBK) Winarto (kedua kiri) bersama CEO Plataran Indonesia Yozua Makes (ketiga kiri)

TERPILIH sebagai mitra Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPK GBK) dalam mengelola Hutan Kota GBK, Plataran mengusung konsep kebudayaan Indonesia dengan tema Lights of Nusantara.

CEO Plataran Yozua Makes meng ungkapkan dalam mengelola Hutan Kota GBK pihaknya nanti akan mengedepankan tiga unsur, yakni alam, kebudayaan, dan kejayaan.

Dalam unsur alam, tentunya Plataran akan menambah jumlah tanaman­ agar kondisi Hutan Kota GBK seimbang dengan unsur lingkungan, sedangkan dalam tema kebudayaan, Plataran akan menampilkan kebudayaan Indonesia.

“Seperti nanti ada totem, pertunjukkan seni secara berkala, dan ba­ngunan yang ada di tengah Hutan Kota GBK kami percantik dengan unsur kebudayaan Indonesia,” kata Yozua dalam konferensi pers di Hutan Kota GBK, kemarin.

Adapun unsur kejayaan, lanjut Yozua, pihaknya akan menampilkan berbagai prestasi yang membanggakan Indonesia.

“Seperti perusahaan Indonesia mana sih yang sudah mencapai valuasi miliaran dolar? Siapa arsitek Indonesia yang mendunia? Itulah nanti yang akan kami tampilkan agar ketika masyarakat masuk ke sini, mereka bangga kepada Indonesia,” ujar Yozua.

Plataran bersama Direktur Utama PPK GBK Winarto juga secara simbo­lis menanam pohon dengan jumlah 17 sebagai tahap awal penambahan­ jumlah tanaman di Hutan Kota GBK.

Menurut Yozua, angka 17 juga berarti simbolis karena pada 17 Agustus nanti Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan. Di samping itu, nantinya pada Hari Kemerdekaan yang akan datang akan diadakan soft launching Hutan Kota GBK yang telah sebagian direhabilitasi oleh Plataran.

“Makna 17 ini sangat penting bagi kami seperti angka keramat. Memang proses menata Hutan Kota GBK ini tidak mudah, tetapi kami berharap pada 17 Agustus nanti sekitar 50% pengerjaan sudah tercapai dan bisa dinikmati masyarakat,” ungkap Yozua.

 

Penataan

Sebelumnya, Kementerian Sekretariat Negara menyatakan bahwa kawasan GBK akan dilengkapi dengan hutan kota untuk menunjang kawasan olahraga dan terpadu milik negara tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno­ ketika menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPR, beberapa waktu lalu, mengakui pembangunan hutan kota tersebut merupakan bagian dari perbaikan dan penataan kawasan­ GBK tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno Winarto mengatakan sebagian kawasan hutan kota dibangun­ di lahan bekas driving range yang ada di kawasan itu. Ia mengatakan penutupan tempat latihan golf dilakukan sejak 1 Februari 2016.

“Bersama Kementerian Ling­kung­an­ Hidup dan Kehutanan sedang menyiapkan desain untuk penanaman menjadi hutan kota atau kawasan hijau rekreasi. Maret desain selesai. Mulai pengerjaan fisik Mei 2016,” katanya.

Perbaikan fasilitas ini bersama juga dengan perbaikan fasilitas olahraga menjelang perhelatan Asian Games 2018. Winarto mengatakan peruntukan lahan di kawasan GBK saat ini masing-masing untuk kegiatan olahraga 147,43 hektare (ha),  untuk kebutuhan kawasan pemerintahan sebanyak 65,60 ha, dan kawasan­ kerja sama 279 ha.

Direksi PPK GBK telah mengambil sejumlah kebijakan jangka pendek untuk meningkatkan pelayanan publik. Perbaikan yang dilakukan adalah membenahi perparkiran, toilet, dan menata  lalu lintas kendara­an di jalan seputar stadion utama GBK. (Ant/X-3)

BERITA TERKAIT