18 May 2019, 09:50 WIB

Tiket Pesawat Mahal, Perantau Mudik Bersama


Yose Hendra | Nusantara

Ist
 Ist
Suasana pulang basamo masyarakat Sulit Air Sepakat tahun 2017 melalui jalur darat

PARA perantau Minang yang akan pulang pada saat Lebaran nanti, memilih naik mobil atau bus ketimbang pesawat. Itu karena harga tiket pesawat hingga saat ini masih terbilang mahal. Bagi yang tidak memiliki kendaraan  akan disediakan bus.

“Bus ada 20 dan mobil pribadi lebih dari 1.000 untuk pulang basamo (bersama) SAS tahun ini, dan benar ini efek dari harga tiket mahal,” ujar Ketua Pulang Basamo SAS (Sulit Air Sepakat) 2019 Irwansyah Masri, kemarin. Itu belum termasuk kendaraan roda dua yang umumnya dari Provinsi Riau.

Kemarin, sebenarnya Dirjen Perhubungan Daerah Kementerian Perhubungan telah me­­mutuskan untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) harga tiket pesawat domestik. Keputusan itu dituangkan melalui perubahan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 106 Tahun 2016 tentang TBA Penumpang Pela­yan­an Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang ditandatangani Rabu (15/5) malam.

Namun, faktanya harga tiket pesawat rute Padang (BIM) ke pelbagai kota di Indonesia tetap mahal. Misalnya, rute Jakarta-Padang, masih Rp2,6 juta per orang.

Irwansyah mengatakan, untuk pulang ba­samo SAS tahun ini, panitia pulang basamo (bersama) sudah mencetak 1000 stiker untuk kendaraan pribadi dan sudah didistribusikan ke seluruh cabang, sebagai wujud kepastian mudik pada saat Lebaran tahun ini.

“Itu sesuai dengan permintaan cabang seba­nyak 80 cabang se-Indonesia dan ternyata masih banyak permintaan stiker yang belum terpenuhi. Kami memperkirakan 10 ribu jiwa warga SAS di perantauan akan pu­lang kampung dalam rangka Mukernas (Musyawarah Kerja Nasional) SAS,” ungkapnya.

SAS sendiri merupakan peguyuban perantau berbasis nagari terbesar di Sumatra Barat. Selain punya 80 cabang di Indonesia, SAS juga beranting hingga ke luar negeri.

“Luar negeri yang sudah menyatakan siap pulang adalah cabang Melbourne, Sydney, dan Malaysia,” ujar Irwansyah.

Lokasi wisata
Jasa Marga Cabang Tol Palikanci memasang rambu-rambu penunjuk arah lokasi wisata. Hal itu untuk memudahkan pemudik yang ingin melepas penat sekaligus berwisata.

Traffic Management Manager PT Jasa Marga Tol Palikanci, Agus Hartoyo, menjelaskan, penunjuk arah lokasi wisata di antaranya dipasang sebelum pintu keluar Plumbon.

“Rambu tersebut berwarna cokelat dan mengarahkan pengendara ke kawasan Batik Trusmi yang dekat wisata kuliner dan pusat oleh-oleh khas Cirebon,” ungkap Agus

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat juga berharap, pemudik bisa berwisata ke Keraton Kasepuhan maupun Taman Air Gua Sunyaragi di Cirebon.

“Kami sudah melakukan pembersihan dan pembenahan,” ungkap Arief.
Abdi dalem di Keraton Kasepuhan dan petugas di Gua Sunyaragi siap untuk menerima dan mengantarkan wisatawan ke titik di dua lokasi wisata tersebut.

Sementara itu, Dishub Klaten kini telah memasang rambu-rambu lalu lintas di jalur alternatif, serta memetakan daerah rawan macet untuk menyambut arus mudik Lebaran 2019.

“Untuk mengurangi kemacetan di jalur uta­­ma tersebut, terutama pada ruas jalan Pram­banan-Tegalgondo, pemanfaatan jalur alternatif harus dimaksimalkan,” kata Kadis­hub Klaten, Slamet Widodo, kemarin. (UL/JS/AD/DG/UA/N-2)

BERITA TERKAIT