Indonesia Khawatirkan Cuaca


Penulis: M Taufan SP Bustan - 18 May 2019, 04:20 WIB
MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
i Manajer tim bulu tangkis Indonesia Susi Susanti 

TIM Piala Sudirman Indonesia dipastikan punya dua musim sekaligus di turnamen bulu beregu campuran tersebut. Selain lawan dari negara lain yang mereka hadapi, mereka juga harus bisa mengalahkan cuaca panas di Nanning, Tiongkok.

Manajer tim bulu tangkis Indonesia Susy Susanti menyatakan cuaca panas merupakan salah satu hal yang mereka waspadai.

“Cuaca panas di Nanning menjadi salah satu hal yang kami waspadai. Kami juga sudah mengingatkan kalau ada yang merasakan gejala mau sakit, cepat-cepat bilang, supaya cepat ditangani, jangan menunggu sampai parah,” kata Susy.

Susy menyebut sampai saat ini semua atlet berada dalam kondisi sehat. Tim Piala Sudirman juga sudah mulai menjalani latihan teknik pertama, Jumat (17/5).

Lebih lanjut, dia menuturkan jelang pertandingan babak penyisihan pertama yang akan dilaksanakan pada Minggu (19/5), semuanya berjalan dengan lancar.

Sesuai jadwal, Inggris akan menjadi lawan pertama tim Indonesia di Grup B,  kemudian dilanjutkan dengan Denmark pada Rabu (22/5).

Soal laga melawan Inggris, ia optimistis tim Indonesia akan mampu mengatasinya. Di fase penyisihan, dia juga berharap ‘tim Garuda’ bisa menjadi juara grup.

“Bukan takabur, tapi kalau melihat kekuatan, seharusnya kami bisa mengatasi Inggris. Semua sektor kami harapkan bisa menyumbang poin, tidak hanya mengandalkan satu sektor saja. Kami minta semua sektor bisa kasih kontribusi menyumbang poin,” ujar Susy.

Susunan pemain
Chef de Mission tim Piala Sudirman Achmad Budiharto mengatakan bahwa para pelatih sudah mulai menyimulasikan dan menilai kondisi terakhir serta kesiapan atlet selama di Nanning, sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk penentuan line up pemain.

“Kalau latihan kemarin objektifnya kan rekondisi, latihan untuk recovery, belum terlalu berat. Kondisi tempatnya pun luar biasa panas, suhu di luar 32 derajat (celsius), di dalam gedung bisa sampai 35-36 derajat, jadi sangat menyedot tenaga, atlet perlu adaptasi lebih dengan kondisi ini,” ung­kap Budiharto.

“Para atlet lebih fokus ke coba arena pertandingan, kenali kondisi lapangan, arah angin­, dan sebagainya, sedangkan pelatih mulai menyimulasikan kira-kira siapa yang akan diturunkan nanti,” sambungnya.

Menurut Budiharto, untuk line up pemain, belum ada omongan dengan pelatih dan manajer. Biasanya H-1 akan ada briefing dan di situ akan ditentukan bersama kapten tim juga.

“Di briefing itu selain menentukan line up, kami juga akan membahas perkiraan calon lawan yang akan turun,” jelasnya.

Menghadapi Inggris dan Denmark, Budiharto meminta tim untuk selalu waspada dan tidak menganggap enteng siapa pun lawan. Meskipun di atas kertas, Indonesia lebih diunggulkan.
 “Menghadapi Inggris dan Denmark, kita tidak bisa main-main, mengacu pengalaman dua tahun lalu, itu pengalaman yang kurang baik buat kami.” (PBSI/R-2)

BERITA TERKAIT