Neraca Dagang Migas Defisit Akibat Impor BBM Stok Lebaran


Penulis: Atikah Ishmah Winahyu - 17 May 2019, 17:54 WIB
ANTARA/WAHYU PUTRO A
 ANTARA/WAHYU PUTRO A
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar

NERACA perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami defisit US$2,5 miliar atau setara Rp36 triliun. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh neraca perdagangan minyak dan gas (migas) yang defisit sebesar US$1,49 miliar.

Pasalnya, jumlah ekspor migas sebesar US$741,9 juta, sementara impor migas mencapai US$2,23 miliar pada April 2019.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengungkapkan, defisit neraca migas pada April lalu disebabkan oleh adanya kenaikan volume impor bahan bakar minyak (BBM).

"Impor BBM kita naik untuk menjaga ketahanan stok pada bulan Ramadan dan Lebaran," kata Arcandra Tahar saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (17/5).

Baca juga: Benahi Tata Kelola Ekspor-Impor untuk Perbaiki Neraca Dagang

Selain volume impor meningkat, harga minyak mentah atau crude juga naik sehingga memperparah defisit neraca perdagangan.

"Nah, kalau kita melihat fenomena ini bahwa ada untuk stok ketahanan Lebaran dan naiknya harga minyak yang di luar kendali kita, maka naiklah devisit neraca perdagangan," terangnya.

Arcanda memprediksi impor BBM akan turun pada Juni 2019 seiring berakhirnya Ramadan dan momen Lebaran. (A-4)

BERITA TERKAIT