Laba Asuransi Jiwa Manulife Naik 170%


Penulis: Atikah Ishmah Winahyu - 16 May 2019, 16:10 WIB
antara
 antara
KINERJA KEUANGAN TAHUNAN MANULIFE: Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia, Jonathan Hekster (ketiga kiri) bersama Direktur dan Chief O

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik sepanjang 2018. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia, Jonathan Hekster, mengungkapkan perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,6 triliun atau meningkat 170% dari 2017.

"Cukup memuaskan (kinerja) jadi laba bersih setelah pajak naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp2,6 triliun. Itu diakibatkan penjualan yang bagus, tapi juga kami hemat biaya, dan investasi secara efisien. Jadi ya kalau kita lihat kinerja keuangan cukup bagus," Jonathan Hekster dalam Konferensi Pers Pemaparan Kinerja Keuangan Tahunan 2018, Kamis (16/5).

Baca juga: Midi Utama Bagikan Dividen Rp47,8 miliar

Selain itu, pendapatan premi bersih yang meningkat sebesar 4% menjadi Rp9,2 triliun, beban perusahaan yang lebih rendah, dan pergerakan suku bunga turut menyebabkan pertumbuhan kinerja menjadi positif. Jumlah ekuitas Manulife Indonesia juga menguat sebesar 4% menjadi Rp11,5 triliun di tengah ekuitas pasar asuransi keseluruhan yang turun 18%.

"Kami menyadari tahun 2018 penuh dengan tantangan, namun kami berhasil melewatinya dengan baik dan mempertahankan posisi kami sebagai perusahaan asuransi terkemuka di pasar," jelasnya.

Sebagai wujud komitmen, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim senilai lebih dari Rp5,5 triliun kepada nasabah. Di samping itu Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) turut menunjukkan kinerja yang kuat pada 2018.

Baca juga: Serapan Biodiesel Sentuh 1,72 Juta Ton

Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro, mengatakan terlepas dari dinamika di pasar modal global dan domestik, MAMI menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan yang terlihat pada jumlah aset kelola dan investor yang meningkat.

"Selama tahun 2018 dana kelola MAMI meningkat menjadi Rp68,1 triliun dan lebih dari 16.400 investor telah bergabung menggunakan solusi investasi kami," kata Legowo. (OL-6)

BERITA TERKAIT