16 May 2019, 08:20 WIB

Untuk Mudik, ASDP Tambah Armada


RF/UL/JL/WJ/UA/RZ/N-2 | Nusantara

Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
 Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
 Sejumlah kendaraan roda dua yang akan menyeberang ke Bali mengantre di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (30/6).

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) menyiapkan 10 kapal roro di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat (Babar), ke Tanjung Siapi Api, Sumatra Selatan. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran.

Manager Usaha ASDP Cabang Bangka Adolf Dwidahana mengatakan, total 10 kapal tersebut mampu menampung 2.142 penumpang. Estimasi lonjakan arus mudik pada H-8 dengan target 15.620 untuk penumpang jalan kaki, 19.549 untuk penumpang dalam kendaraan.

"Kalau untuk kendaraan roda dua, kita targetkan 3.143 unit, sedangkan roda empat 3.207 unit, jumlah armada ada 10 kapal roro dengan 102 trip," ujarnya.

Untuk di ujung Flores Barat, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, PT Pelni bekerja sama dengan Bank Mandiri mengadakan mudik gratis. Dengan tujuan pemberangkatan Labuan Bajo, Makasar, pada 28 Mei mendatang.

"Pembukaan calon penumpang akan berlangsung dalam waktu jam kerja kemarin hingga puncak pemberangkatan nanti," ujar Kepala Pelni Cabang Labuan Bajo, Herman Hamid, kemarin.

Untuk kelancaran arus mudik, pelabuhan Labuan Bajo menambah frekuensi pemberangkatan kapal. Biasanya empat kali per bulan menjadi delapan kali, khusus untuk tujuan Labuan Bajo-Bima-Makasar.

Lewat darat

Oganisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Solo meyakini, keberadaan jalan bebas hambatan atau Tol Trans-Jawa akan mengembalikan minat masyarakat untuk memilih bus sebagai transportasi mudik Lebaran tahun ini.

"Kami meyakini, beroperaisnya Tol Trans-Jawa ini akan membuat jalan konvensional berkurang kemacetannya sehingga kami yakini masyarakat akan kembali meminati naik bus, saat mudik Lebaran nanti," tukas Ketua Organda Kota Solo, Joko Suprapto, kemarin.

Organda Kota Solo menyiapkan sedikitnya 600 armada bus untuk mudik Lebaran. Baik itu antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun AKDP (antarkota dalam provinsi).

Di Cirebon, Jawa Barat, Wakil Kepala Terminal Harjamukti Kota Cirebon, Entis Sutisna, mengungkapkan telah bersiap melayani arus mudik dan balik lebaran sejak H-10. "Supaya lebih matang, kita lakukan sejak H-10," ungkap Entis.

Sejumlah fasilitas juga mereka siapkan, baik untuk pemudik yang menggunakan bus di terminal tersebut, termasuk juga untuk pengemudi dan awak bus. Di antaranya posko kesehatan yang mulai diadakan H-7.

Secara bergantian, dokter dari rumah sakit di Cirebon akan berjaga selama 24 jam. Selain itu, pemeriksaan terhadap sopir dan awak bus juga akan dilakukan sehingga mereka akan selalu dalam kondisi prima saat tengah mengemudikan bus.

Selain itu, disiapkan ruang tunggu yang berpendingin udara. Setiap calon penumpang yang bertiket diperbolehkan untuk masuk ke ruangan tersebut. "Di sini juga tidak ada tiket masuk. Termasuk retribusi untuk bus yang masuk juga ditiadakan," ungkap Entis.

Di Terminal Harjamukti ada 214 bus AKAP dan 330 bus AKDP. Namun, karena merupakan kota lintasan, biasanya kenaikan penumpang di terminal tersebut pada arus mudik hanya sekitar 2%. "Nanti pada arus balik baru ramai disini," ungkap Entis. (RF/UL/JL/WJ/UA/RZ/N-2)

BERITA TERKAIT