KPU Bergeming walau Diancam


Penulis: Insi Nantika Jelita - 16 May 2019, 08:20 WIB
ANTARA FOTO/Reno Esnir
 ANTARA FOTO/Reno Esnir
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik

ANCAMAN kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengganggu jalannya rekapitulasi suara Pemilu 2019.
Rekapitulasi tetap berjalan sekalipun salah satu saksi peserta pemilu tidak hadir.

"Saksi bisa datang. Kami mengundang ini kan forum terbuka. Kalau saksi tidak datang, rapat plenonya jalan terus, tidak masalah," kata komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, kemarin.

Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandi melalui Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, melontarkan pernyataan akan menarik seluruh saksi pada proses rekapitulasi suara.

Menurut Evi, KPU tidak mempermasalahkan apabila kubu Prabowo-Sandi ingin menarik saksi mereka. Sah tidaknya rekapitulasi suara menjadi tanggung jawab penuh KPU.

"Ada atau tidak ada saksi, memang rapat pleno tetap jalan. Rekapitulasi tetap sah dan kami terus diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam proses rekapitulasi," lanjut Evi.

Selama proses rekapitulasi, lanjut Evi, semua saksi dari kubu Prabowo kerap menyoal perbedaan surat suara pilpres, DPR, dan DPD. Namun, dia menilai itu wajar karena ada pemungutan suara ulang (PSU), pemungutan suara susulan (PSS), dan pemungutan suara lanjutan (PSL).

"Ini kan PSU, PSL, dan PSS hanya untuk suara tertentu. Hanya pilihan presiden dan wakil presiden (PPWP) saja. Ada tiga jenis surat suara. Jadi sangat banyak varian sehingga pengguna hak pilih ini berbeda-beda," tutur Evi.

KPU provinsi juga dapat menjelaskan fakta dan data jika ada keberatan. Jajaran KPU di daerah akan menjelaskannya di dalam forum rekapitulasi suara.

"Yang harus disampaikan soal pengguna hak pilih tadi, yang berbeda-beda itu banyak dipersoalkan dari keseluruhan hampir semua saksi termasuk BPN 02," uja Evi.

Rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 masih berlangsung. KPU akan me-rekapitulasi beberapa wilayah antara lain Sumatra Barat dan Jawa Tengah.

Kesempatan koreksi
Di sisi lain, KPU terus melanjutkan pembacaan rekapitulasi hasil penghitungan nasional. Hadir perwakilan dari Bawaslu, yakni Ketua Abhan, saksi peserta dari partai politik, dan saksi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pun termasuk saksi dari BPN 02.

"Saksi BPN 02, Azis Subekti, Rohmat Marzuki, Rizaldi Priambodo, dan Fitra Aulia Rahman. Yang sudah hadir? Pak Azis?" ungkap Ketua KPU Arief Budiman ketika membuka rapat pleno rekapitulasi nasional Provinsi Jawa Tengah, kemarin.

Ketika KPU membuka kesempatan bagi peserta mengajukan koreksi, saksi kubu 02 terlihat tidak begitu banyak bicara dan komplain. Sebelumnya, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, menuturkan akan menarik para saksi penghitungan suara Pemilu 2019 dari di KPU pusat hingga kabupaten/kota. Hal tersebut berkaitan dengan isu dugaan kecurangan penghitungan suara Pemilu 2019.
"

Per hari ini diumumkan demikian. Dengan demikian, seluruh saksi yang sekarang berada baik di KPU pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang sekarang masih ada proses kami rencanakan dan kami perintahkan untuk ditarik," ungkap Priyo seusai konpers kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Firman Noor, menilai sikap Prabowo-Sandi menolak hasil rekapitulasi suara merupakan bentuk perlawanan terhadap adanya dugaan kecurangan di Pemilu 2019. "Mereka menilai proses Pemilu Presiden 2019 penuh kejanggalan." (medcom.id/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT